Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Estafet Kepemimpinan: Analisis Perencanaan Suksesi di Perusahaan Multi Nasional Jepang, Studi Kasus di PT. Mitsubishi Electric Automotive Indonesia Marlia Adityawati
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.11393

Abstract

Perencanaan suksesi merupakan strategi manajemen sumber daya manusia yang krusial untuk menjamin keberlanjutan operasional dan kinerja organisasi di tengah dinamika pasar global yang cepat baik domestic maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka konseptual perencanaan suksesi yang relevan bagi PT. Mitsubishi Electric Automotive Indonesia, sebuah perusahaan multinasional Jepang yang berlokasi di Kawasan Industri Cikarang Jawa Barat, yang menghadapi tantangan regenerasi kepemimpinan dengan mempertimbangkan pengaruh budaya organisasi Jepang dan tantangan bisnis di Indonesia. Melalui studi literatur sistematis dan analisis konseptual terhadap beberapa jurnal utama yang relevan, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan perencanaan suksesi, termasuk dukungan manajemen puncak, integrasi dengan strategi bisnis, pengembangan talenta internal, serta peran mediasi keterlibatan karyawan dan tuntutan pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan suksesi yang efektif tidak hanya memastikan kesinambungan kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan melalui peningkatan keterlibatan dan mitigasi tuntutan pekerjaan. Implikasi praktis bagi PT. Mitsubishi Electric Automotive Indonesia dan perusahaan sejenis adalah kebutuhan untuk mengimplementasikan program perencanaan suksesi yang terstruktur, transparan, dan sensitif terhadap konteks budaya, yang pada akhirnya akan memperkuat estafet kepemimpinan dan daya saing jangka panjang.