Farah Fadia Faisal
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paparan Konten Kecantikan TikTok Terhadap Pembentukan Persepsi Kecantikan Remaja Perempuan Muh. Alham Afdal Daeng Matanre; Citra Glorya Pongdatu; Windy Bara Tau; Farah Fadia Faisal
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v11i1.5210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten TikTok terhadap persepsi kecantikan remaja perempuan. TikTok sebagai media sosial berbasis visual memiliki peran besar dalam membentuk standar kecantikan melalui fitur filter wajah, tren glowing skin, transformasi makeup, serta algoritma yang menampilkan konten serupa secara berulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis konten terhadap representasi kecantikan di TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten kecantikan di TikTok mendorong remaja melakukan perbandingan sosial, objektifikasi diri, serta pengawasan tubuh secara berlebihan. Banyak remaja merasa lebih percaya diri ketika menggunakan filter, namun di sisi lain muncul ketidakpuasan terhadap penampilan asli, rasa minder, dan tekanan untuk memenuhi standar kecantikan digital yang sempit. Selain dampak negatif, TikTok juga memiliki sisi positif melalui konten self-love, edukasi perawatan diri, dan ruang ekspresi identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan persepsi kecantikan remaja perempuan, baik secara positif maupun negatif. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital dan pendampingan dari keluarga maupun lingkungan agar remaja mampu membangun citra diri yang sehat, realistis, dan positif.
MEMORI KOLEKTIF MASYARAKAT TERHADAP PERISTIWA KAHAR MUZAKKAR: STUDI BERDASARKAN WAWANCARA LINTAS WILAYAH Citra Glorya Pongdatu; Farah Fadia Faisal; Andi Rahmadani; Aurelie Indyta Chrisvani; Ribka Paseno; Sulfianti Sulfianti; Mutiara Devi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11230

Abstract

ABSTRACT The Kahar Muzakkar movement represents one of Indonesia's major post-independence conflicts that not only left significant political and military legacies but also shaped the collective memory of communities across various regions of Sulawesi. However, existing studies on this event have largely been dominated by political and official historical perspectives, while community experiences preserved through oral narratives have received relatively limited scholarly attention. This study aims to analyze how communities remember, interpret, and transmit memories of the Kahar Muzakkar conflict through an oral history approach. The study employed a descriptive qualitative method using an oral history approach. Data were collected through in-depth interviews with purposively selected informants aged 65 years and above from Palopo, East Luwu, Mamuju, and Southeast Sulawesi. The findings reveal that collective memory is a social construct shaped by lived experiences, oral traditions, and socio-cultural contexts. The study identified two forms of memory: direct memory derived from personal experiences and indirect memory transmitted through family members and the surrounding social environment. Furthermore, geographical proximity to the conflict area was found to influence the characteristics of collective memory. Communities located closer to the conflict zone tended to retain more concrete recollections, whereas those living farther away developed narratives that were more ambiguous and intertwined with mythical elements. These findings demonstrate that oral history is an effective approach for uncovering community experiences that are insufficiently documented in written historical sources and for enriching the study of social history and collective memory in Indonesia. ABSTRAK Peristiwa Kahar Muzakkar merupakan salah satu konflik pascakemerdekaan yang tidak hanya meninggalkan jejak politik dan militer, tetapi juga membentuk memori kolektif masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi. Namun, kajian mengenai peristiwa ini masih didominasi oleh perspektif politik dan sejarah resmi, sementara pengalaman masyarakat melalui narasi lisan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana masyarakat mengingat, menafsirkan, dan mewariskan memori mengenai peristiwa Kahar Muzakkar melalui pendekatan sejarah lisan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sejarah lisan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan berusia 65 tahun ke atas yang dipilih secara purposive dari Palopo, Luwu Timur, Mamuju, dan Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memori masyarakat merupakan konstruksi sosial yang dibentuk oleh pengalaman hidup, tradisi lisan, dan konteks sosial budaya. Penelitian mengidentifikasi dua bentuk memori, yaitu memori langsung yang berasal dari pengalaman pribadi dan memori tidak langsung yang diwariskan melalui keluarga maupun lingkungan sosial. Selain itu, ditemukan bahwa kedekatan geografis dengan wilayah konflik memengaruhi karakter memori masyarakat, di mana wilayah yang lebih dekat memiliki ingatan yang lebih konkret, sedangkan wilayah yang lebih jauh cenderung membangun narasi yang lebih samar dan bercampur dengan unsur mitos. Temuan ini menunjukkan bahwa sejarah lisan mampu mengungkap pengalaman masyarakat yang tidak banyak terdokumentasi dalam sumber sejarah tertulis serta memperkaya kajian sejarah sosial dan memori kolektif di Indonesia.