Lia Puji Astuti
Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Saintekes, Universitas Muhammadiyah Jambi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Dini dan Edukasi Kesehatan dalam Pencegahan Sekunder Hipertensi pada Masyarakat di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kota Jambi Lia Puji Astuti; Afridawaty Mj; Yusi Nursiam; M. Anugerah Yusro
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3007

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap kejadian penyakit kardiovaskular dan sering tidak terdeteksi karena sebagian penderita tidak menunjukkan gejala. Tingginya risiko komplikasi serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tekanan darah menjadi dasar pelaksanaan pengabdian ini. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini hipertensi sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta melalui pendekatan secondary prevention berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, pemeriksaan tekanan darah, serta pengkajian riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kelurahan Simpang IV Sipin dengan melibatkan 90 peserta dari berbagai kelompok usia. Hasil skrining menunjukkan tekanan darah peserta adalah normal sebanyak 43,3%, 25,6% prehipertensi, 18,9% hipertensi derajat I, dan 12,2% hipertensi derajat II. Sebanyak 25,6% peserta memiliki keluhan hipertensi dan 15,6% diabetes mellitus, serta riwayat keluarga hipertensi (27,8%)dan diabetes melitus (14,4%). Setalah mengikuti kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengendalian tekanan darah, kepatuhan pengobatan, pola hidup sehat, dan kontrol rutin. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi kelompok berisiko tinggi sekaligus mendorong perubahan perilaku preventif di tingkat individu dan keluarga. Hasil kegiatan ini menjadi dasar penentuan kelompok prioritas untuk pembinaan kesehatan selanjutnya.