Muhammad Nur Singgih
Faculty of Economics and Business, Universitas Merdeka Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen destinasi wisata berbasis triple bottom line dalam perencanaan pariwisata berkelanjutan: studi kasus wisata Boon Pring, Kabupaten Malang Reno Aryono Putro; Andini Risfandini; Muhammad Nur Singgih; Fitria Earlike Anwar Sani
Jurnal Pariwisata Tourista Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPariwisata di Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Wisata Boon Pring di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, merupakan destinasi ekowisata yang mengembangkan potensi hutan bambu sebagai daya tarik utama dengan pendekatan edukasi lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen destinasi wisata dan perencanaan pariwisata berkelanjutan berbasis prinsip Triple Bottom Line (ekonomi, lingkungan, dan sosial) di Wisata Boon Pring. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus dengan teknik wawancara mendalam kepada pengelola dan pemangku kepentingan utama, serta triangulasi sumber data menggunakan penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Wisata Boon Pring telah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, pelestarian ekosistem hutan bambu, serta peningkatan kualitas pengalaman wisata berbasis Sapta Pesona dan partisipasi masyarakat. Meskipun demikian, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi strategi promosi, dan pemasaran destinasi masih diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.
Manajemen destinasi wisata berbasis triple bottom line dalam perencanaan pariwisata berkelanjutan: studi kasus wisata Boon Pring, Kabupaten Malang Reno Aryono Putro; Andini Risfandini; Muhammad Nur Singgih; Fitria Earlike Anwar Sani
Jurnal Pariwisata Tourista Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPariwisata di Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Wisata Boon Pring di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, merupakan destinasi ekowisata yang mengembangkan potensi hutan bambu sebagai daya tarik utama dengan pendekatan edukasi lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen destinasi wisata dan perencanaan pariwisata berkelanjutan berbasis prinsip Triple Bottom Line (ekonomi, lingkungan, dan sosial) di Wisata Boon Pring. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus dengan teknik wawancara mendalam kepada pengelola dan pemangku kepentingan utama, serta triangulasi sumber data menggunakan penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Wisata Boon Pring telah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, pelestarian ekosistem hutan bambu, serta peningkatan kualitas pengalaman wisata berbasis Sapta Pesona dan partisipasi masyarakat. Meskipun demikian, penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi strategi promosi, dan pemasaran destinasi masih diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.