Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dinamika Tutupan Mangrove Dari Tahun 2015 - 2030 Menggunakan Sistem Dinamis dan GIS di Delta Sungai Mahakam,  Kabupaten Kutai Kartanegara, Indonesia Tito Sigit Rizkianto; Rafif Bima Adhitama; Aisyah Chairani; Muzani Jalaluddin
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67240/jkp312026266-273

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, namun terus mengalami tekanan akibat faktor alami dan aktivitas manusia. Penelitian ini menganalisis dinamika perubahan tutupan mangrove di Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk periode 2015–2025 serta memprediksi kondisi hingga tahun 2030 menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan pemodelan sistem dinamis. Data citra Landsat 8 OLI diolah melalui Google Earth Engine untuk menghasilkan peta mangrove tahunan yang diklasifikasikan menggunakan algoritma Random Forest. Uji akurasi dilakukan melalui matriks kebingungan, akurasi produsen/pengguna, dan koefisien kappa. Deret waktu luasan mangrove kemudian digunakan untuk menghitung laju regenerasi dan degenerasi tahunan yang dimasukkan ke dalam model stock–flow pada Powersim Studio. Hasil penelitian menunjukkan penurunan luasan mangrove pada 2015–2020 dan peningkatan pada 2025 dengan luas mencapai 51.071,37 ha. Hasil simulasi sistem dinamis memprediksi adanya pertumbuhan positif yang sangat moderat hingga tahun 2030 dengan proyeksi luas 51.153,14 ha. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tekanan antropogenik masih terjadi, proses regenerasi alami dan potensi rehabilitasi turut menjaga kestabilan ekosistem. Pendekatan terpadu ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika mangrove serta mendukung perencanaan pengelolaan pesisir berkelanjutan.
IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN ANCAMAN BENCANA LETUSAN GUNUNG MERAPI DI KOTA YOGYAKARTA Sudirman Sudirman Sudirman; Tito Sigit Rizkianto; Rohmana Rohmana; Muzani Muzani
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.19964

Abstract

This study aims to identify the level of vulnerability of Yogyakarta City to the eruption of Mount Merapi by looking at four main factors: social, economic, physical, and environmental. The method used is secondary data analysis obtained from literature review and previous research, as well as the calculation of the vulnerability index based on BNPB Regulation No. 2 of 2012. The results of the study show that almost all sub-districts in Yogyakarta have high social vulnerability, influenced by low levels of education, limited access to information, and a high number of vulnerable groups such as children, the elderly, and low-income communities. Physical vulnerability is also quite high due to inadequate infrastructure and lack of evacuation routes. In terms of economy, most sub-districts show low to moderate vulnerability, although some areas are still dependent on certain sectors. Environmental aspects show low vulnerability, but long-term threats such as ecosystem damage due to volcanic ash still need to be considered. This study recommends mitigation measures in the form of strengthening social capacity, improving infrastructure, and diversifying the economy.