Alifa Qotrun Nada
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Frasa Endosentris Koordinatif, Atributif, dan Apositif dalam Lirik Lagu “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” Karya Banda Neira: An Analysis of Coordinative, Attributive, and Appositive Endocentric Phrases in the Lyrics of “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” by Banda Neira Alifa Qotrun Nada; Maya Marhamah; Nikita Aprilia; Iis Lisnawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, pola pembentukan, dan fungsi frasa endosentris dalam lirik lagu “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” karya Banda Neira. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sintaksis. Sumber data berupa lirik lagu yang dirilis pada tahun 2016, sedangkan data penelitian berupa frasa endosentris yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi berdasarkan teori kesamaan distribusi. Hasil penelitian menemukan 12 data frasa endosentris yang terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu 8 frasa koordinatif, 2 frasa atributif, dan 2 frasa apositif. Frasa endosentris koordinatif menjadi jenis paling dominan karena pola asindetis tanpa konjungsi yang digunakan secara repetitif mampu mempercepat ritme lirik dan mempertegas dualisme siklus kehidupan. Sementara itu, frasa atributif menghadirkan detail sensoris penderitaan, sedangkan frasa apositif makro membangun makna transformatif dari keterpurukan menuju pemulihan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa struktur frasa endosentris tidak hanya berfungsi secara gramatikal, tetapi juga menjadi sarana stilistis dalam membangun pesan puitis tentang kehilangan, optimisme, penerimaan, dan resiliensi emosional sebagai gambaran kekuatan manusia dalam menghadapi perubahan hidup dan proses penyembuhan batin secara perlahan serta reflektif mendalam.