Rosa Alifia Maulana
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Feminisme dalam Novel Voiceless Karya Yandi ASD: Trauma, Frustrasi, dan Resiliensi: Feminism in the Novel Voiceless by Yandi ASD: Trauma, Frustration, and Resilience Rosa Alifia Maulana; Onok Yayang Pamungkas
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana feminisme digambarkan dalam novel Voiceless oleh Yandi ASD dengan fokus pada hubungan antara trauma, frustrasi, dan ketahanan tokoh utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan hermeneutik sebagai cara untuk menafsirkan teks, serta menggunakan psikologi sastra dan feminisme sebagai dasar analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, lalu dianalisis menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Temuan penelitian menghasilkan 16 data yang terdiri dari 4 data terkait trauma, 4 data berkaitan dengan frustrasi, 4 data tentang resiliensi, dan 4 data feminisme. Temuan ini mengindikasikan bahwa Maura menghadapi trauma yang disebabkan oleh kekerasan fisik, verbal, tekanan sosial, serta pengalaman masa lalu yang memengaruhi kesehatan mentalnya. Trauma ini kemudian berujung pada frustrasi yang tampak dalam bentuk kecemasan, rasa putus asa, dan hilangnya motivasi. Meski demikian, Maura berhasil membangun ketahanan yang akhirnya melahirkan spirit feminisme dalam memperjuangkan kesetaraan gender, khususnya dalam dunia kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa trauma tidak hanya memberikan efek buruk, tetapi juga dapat memicu kesadaran feminisme pada tokoh tersebut.