Penderita Diabetes Melitus (DM) berisiko mengalami komplikasi gangguan kesehatan antara lain penyakit sistem kardiovaskular dan gagal ginjal kronis. Gangguan kardiovaskular dapat terjadi salah satunya disebabkan oleh ketidakseimbangan profil lipid pada penderita DM yang dikenal dengan dislipidemia, dan komplikasi kronis yang banyak dijumpai pada penderita DM yaitu nefropati diabetik yang dapat ditandai salah satunya dengan kejadian proteinuria. Untuk mengetahui keadaan dislipidemia diperlukan pemeriksaan laboratorium mencakup pengukuran kolesterol total, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida, sementara untuk menilai kerusakan fungsi ginjal diperlukan pemeriksaan laboratorium salah satunya pengukuran protein urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar profil lipid terhadap kejadian proteinuria pada penderita DM. Jenis penelitian merupakan penelitian korelasional dengan desain bivariat berdasarkan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 55 sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pemeriksaan dan pengumpulan sampel dilaksanakan di Laboratorium RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan pada 20-31 Oktober 2025. Hasil penelitian diperoleh bahwa penderita DM terbanyak yaitu perempuan sebanyak 29 orang (52,7%), dengan klasifikasi umur terbanyak yaitu 60-66 tahun sebanyak 23 orang (40,0%), dan untuk lama menderita terbanyak yaitu ≤5 tahun sebanyak 24 orang (43,6%). Dilakukan uji statistik untuk mengetahui korelasi dari setiap variabel, diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kadar profil lipid (kolesterol total p = 0,873 (p > 0,05), HDL p = 0,547 (p > 0,05), LDL p = 0,975 (p > 0,05), dan trigliserida p = 0,683 (p > 0,05) terhadap kejadian proteinuria pada penderita DM, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antara hasil pemeriksaan profil lipid terhadap kejadian proteinuria pada penderita DM. Maka dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya agar dapat menambahkan biomarker lain yang lebih sensitif dan spesifik dalam penegakan diagnosa untuk mengetahui penderita DM telah terjadi komplikasi pada sistem kardiovaskular maupun kerusakan ginjal seperti pemeriksaan apolipoprotein A, apolipoprotein B, cystatin C, Interleukin-18 (IL-18), Kidney Injury Molecule (KIM-1), Neutrophil Gelatinase Associated Lipocalin (NGAL), ureum, dan kreatinin.