Penggunaan obat yang tidak tepat masih menjadi permasalahan di masyarakat, terutama di kalangan remaja yang memiliki akses mudah terhadap obat bebas. Kurangnya pengetahuan terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat (DAGUSIBU) berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan serta risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi sejak dini untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai penggunaan obat yang tepat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 5 Samarinda tentang DAGUSIBU melalui program edukasi. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tiga tahap, yaitu pre-test, penyampaian materi melalui presentasi dan leaflet, serta post-test. Sebanyak 31 siswa kelas X-10 berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 65,16 pada pre-test menjadi 90,96 pada post-test, dengan peningkatan persentase jawaban benar pada seluruh aspek. Analisis kategori pengetahuan juga memperlihatkan peningkatan pengetahuan dari kategori “cukup” (41,94%) menjadi “sangat baik” (61,29%). Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan obat yang benar. Kesimpulannya, Pemberian edukasi kesehatan berbasis sekolah berperan penting dalam membentuk perilaku yang tepat terhadap penggunaan obat sejak usia remaja. Kata Kunci: Pengetahuan Obat, Pengelolaan Obat, Promosi Kesehatan, Siswa, SMA Inappropriate use of medicines remains a concern in society, particularly among adolescents with easy access to over-the-counter drugs. Lack of knowledge regarding how to obtain, use, store, and dispose of medicines (DAGUSIBU) can lead to misuse and health risks. Therefore, early education is essential to enhance the younger generation’s understanding of rational medicine use. This study aimed to improve the knowledge of students at SMA Negeri 5 Samarinda about DAGUSIBU through an educational program. The method involved a health education activity with three stages: pre-test, material delivery via presentations and leaflets, and post-test. A total of 31 students from class X-10 participated in this activity. Evaluation results showed an increase in the average score from 65.16 in the pre-test to 90.96 in the post-test, with an increase in the percentage of correct answers across all aspects. Knowledge category analysis also indicated a significant shift from the “sufficient” category (41.94%) to “very good” (61.29%). The DAGUSIBU education program proved effective in enhancing students’ understanding of proper medicine management. In conclusion, school-based health education interventions play a crucial role in fostering rational medicine use behavior from adolescence.