Niken Trisnaningrum
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Darussalam Gontor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Pupuk Nano Silika dan Biochar Batang Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Timun Jepang (Cucumis sativus L. var. japonicus) Rofiq Bahtiar; Use Etica; Niken Trisnaningrum
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi nano silika, biochar batang bambu, serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan, hasil, dan beberapa sifat kimia tanah pada tanaman timun Jepang (Cucumis sativus L.) yang dibudidayakan pada media tanah berpasir. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu nano silika dan biochar batang bambu. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, kandungan klorofil A, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, jumlah buah cacat, kadar silika tanaman, pH tanah, dan kandungan C-organik tanah. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nano silika dan biochar batang bambu secara umum belum memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil dalam satu musim tanam. Biochar batang bambu memberikan pengaruh pada fase vegetatif, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah buah, berat buah, dan jumlah buah cacat. Nano silika menunjukkan respons terbatas pada fase awal hingga pertengahan pertumbuhan, tetapi pengaruhnya tidak konsisten hingga fase akhir. Temuan ini mengindikasikan bahwa biochar yang bersifat stabil serta nanosiliksa yang tidak berfungsi langsung sebagai amelioran tanah memerlukan waktu aplikasi yang lebih panjang untuk menghasilkan perubahan signifikan pada sifat kimia tanah. Secara keseluruhan, aplikasi kedua bahan tersebut dalam jangka pendek belum optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil timun Jepang pada tanah berpasir.