Jeefry Andrian
Program Studi Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Tanaman, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Kasar Biji Pinang (Areca catechu L.) terhadap Mortalitas Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Pada Tanaman Padi Jeefry Andrian; Mona Turisna Nasution; Megawati Bohari
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serius, terutama pada fase awal pertumbuhan. Pengendalian yang umum dilakukan masih banyak mengandalkan moluskisida sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati berbahan dasar biji pinang (Areca catechu L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ekstrak kasar biji pinang yang efektif terhadap mortalitas keong mas pada tanaman padi dalam polibag. Penelitian dilaksanakan di Bireuen, Aceh, pada bulan April 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal dengan sembilan taraf perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri atas dosis ekstrak kasar biji pinang, yaitu 0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; 3,0; 3,5; dan 4,0 g/polibag. Variabel yang diamati meliputi tingkat toksisitas, mortalitas keong mas, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, dan bobot gabah. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kasar biji pinang berpengaruh sangat nyata terhadap toksisitas dan mortalitas keong mas. Perlakuan 4 g/polibag menghasilkan tingkat toksisitas dan mortalitas tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 100% dalam waktu 10 jam setelah aplikasi. Pemberian ekstrak kasar biji pinang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah malai, dan bobot gabah, tetapi berpengaruh terhadap jumlah anakan pada umur 60 HST. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak kasar biji pinang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai moluskisida nabati terhadap keong mas. Pengujian lebih lanjut pada skala lapangan masih diperlukan