Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan industri untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Industri tahu tradisional termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menggunakan proses produksi manual dan peralatan sederhana sehingga memiliki berbagai potensi bahaya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menilai tingkat risiko, serta menentukan upaya pengendalian risiko pada salah satu industri tahu tradisional di Kota Bandung menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan melalui observasi langsung, wawancara terhadap enam pekerja dan satu pemilik usaha, serta dokumentasi pada area produksi. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan adanya potensi bahaya fisik, mekanis, ergonomi, dan lingkungan kerja pada delapan aktivitas utama proses produksi, yaitu perendaman dan pencucian kedelai, penggilingan, perebusan, penyaringan, pencetakan, pemotongan tahu, pemindahan material, dan lingkungan kerja. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa proses perebusan memiliki tingkat risiko tertinggi dengan nilai risiko sebesar 20 yang termasuk kategori tinggi akibat paparan suhu dan uap panas secara terus-menerus selama proses produksi berlangsung. Proses penggilingan juga termasuk kategori risiko tinggi dengan nilai risiko sebesar 16 karena adanya potensi kontak langsung dengan bagian mesin yang berputar. Sementara itu, aktivitas lainnya berada pada kategori risiko sedang dengan nilai risiko antara 6 hingga 9. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi pemasangan pelindung mesin (machine guarding), perbaikan ventilasi area kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten, penerapan standard operating procedure (SOP), penggunaan alas anti-slip, pengaturan posisi kerja yang lebih ergonomis, serta pelaksanaan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HIRADC dapat digunakan secara efektif untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan prioritas pengendalian risiko pada industri tahu tradisional.