Christine Erika Meka
Prodi Sosiologi, Fakultas Iimu sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi literatur Analisis ancaman, Risistensi, dan Adaptasi Eksistensi Masyarakat Adat Di Tengah Arus Modernisasi di Indonesia Selvanus Budiman Kasito; Samuel Kriten Stevan Selan; Yofran Lasarus Ngili; Lasarus Jehamat; Christine Erika Meka
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan ancaman modernisasi terhadap eksistensi masyarakat adat di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi berfungsi sebagai agen transformasi sosial yang mengubah struktur sosial, sistem nilai, dan pola kehidupan masyarakat adat. Dampak yang ditimbulkan meliputi pergeseran nilai budaya, meningkatnya individualisme, serta melemahnya praktik kolektivitas tradisional. Selain itu, modernisasi juga menghadirkan tekanan struktural melalui pembangunan dan ekspansi ekonomi yang memengaruhi wilayah serta sumber daya masyarakat adat. Namun, masyarakat adat menunjukkan kapasitas resistensi dan adaptasi melalui kearifan lokal, sistem kepercayaan, dan hukum adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi tidak secara langsung menghilangkan eksistensi masyarakat adat, dengan kelihangan akan identitas adat tetapi menciptakan dinamika kompleks antara ancaman dan kemampuan bertahan. Oleh karena itu, keberlangsungan masyarakat adat bergantung pada kemampuan mereka dalam menegosiasikan perubahan sambil mempertahankan identitas budaya, (Nurholis et al., 2025) menemukan bahwa masyarakat mengintegrasikan aturan tradisional (pamali), ritual pelestarian hutan sakral, pendidikan budaya, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan secara selektif. Lembaga-lembaga tradisional bertindak sebagai mediator kunci antara tradisi dan modernisasi, memastikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Strategi-strategi ini tidak hanya melestarikan identitas budaya tetapi juga memperkuat fungsi ekologis wilayah adat. Temuan ini menyoroti bahwa adaptasi berbasis kearifan lokal dapat secara efektif menanggapi tekanan globalisasi tanpa mengorbankan nilai-nilai inti. Studi ini merekomendasikan pengakuan formal dan dukungan kebijakan untuk sistem pengetahuan adat sebagai modal sosial vital untuk pembangunan berkelanjutan, (Purba kencana & I Wayan Marianta, 2023) perhatian kaum muda terhadap upaya pelestarian budaya sangat terbatas. Banyak dari mereka lebih memilih mengikuti tren saat ini daripada berpartisipasi dalam pelestarian budaya yang merupakan identitas mereka. Situasi ini menyebabkan budaya setiap suku di Indonesia perlahan-lahan punah. Namun, tidak semua kaum muda melupakan peran mereka dalam melestarikan budaya suku mereka. Salah satu contohnya adalah kaum muda suku Dayak Kebahan di Desa Labang, Kalimantan Barat. Sebagai kaum muda suku Dayak Kebahan, mereka dipanggil untuk mengambil bagian dalam pelestarian budaya, sehingga pada penelitian ini menawarkan bahwa peran pemuda sangat penting dalam melestarikan identitas adat disetiap wilayah adat, dengan cara melakukan Pendidikan budaya, dalam hal menceritakan sejarah identitas adat.