Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pengetahuan Program Magang MAGENTA: Analisis Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Knowledge Transfer Andy Wahyu Priadana; Bambang Syairudin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1553

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya daya saing talenta Indonesia secara global yang mencerminkan kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA) dirancang sebagai upaya strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut, namun implementasinya di PT XY menunjukkan keterbatasan dalam optimalisasi transfer pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi pengetahuan dalam program MAGENTA dengan menggunakan model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei terhadap peserta magang dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas interaksi saja tidak cukup, transfer pengetahuan efektif terjadi melalui mekanisme pembelajaran terstruktur yang didorong oleh tahap Sosialisasi dan Kombinasi. Sementara Eksternalisasi dan Internalisasi kurang signifikan akibat kendala operasional. Kualitas mentoring serta karakter adaptif Generasi Z menjadi katalisator kunci, sehingga penguatan interaksi mentor–mentee dan akses informasi berperan penting dalam mendukung pengembangan SDM yang kompetitif dan selaras dengan kebutuhan industri global.
Evaluasi Proyek Overhaul Turbin Gas dengan Metode CPM, PERT, SMED, dan Monte Carlo Abdul Basit; Bambang Syairudin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1965

Abstract

Durasi overhaul yang panjang pada pembangkit listrik langsung memengaruhi keandalan operasi dan Equivalent Availability Factor (EAF) unit, karena setiap hari tambahan shutdown berarti hilangnya produksi dan meningkatnya risiko keterlambatan proyek. Penelitian ini menyusun model evaluasi overhaul yang memadukan Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT), Single Minute Exchange of Die (SMED), dan simulasi Monte Carlo, dengan studi kasus pada major inspection tiga unit turbin gas GT 2.1, GT 2.2, dan GT 2.3 di PLTGU Grati Blok 2. Jadwal proyek dimodelkan dengan Microsoft Project 2019, sedangkan risiko waktu dianalisis melalui simulasi Monte Carlo (1.000 iterasi, distribusi Beta-PERT) pada ModelRisk. Penerapan SMED secara bertahap berhasil memangkas durasi overhaul dari 45 hari pada kondisi eksisting menjadi 38, 35, dan 33 hari pada ketiga skenario percepatan, setara penurunan kumulatif 26,7% yang telah dikonfirmasi oleh realisasi lapangan. Percepatan ini turut mendorong kenaikan EAF unit di seluruh skenario, dengan manfaat finansial bersih yang signifikan terutama pada skenario yang sudah terealisasi penuh, yakni Skenario 3 (GT 2.2). Uji non-parametrik Kruskal-Wallis (H = 4.344,81; df = 4; p < 0,0001) mengonfirmasi bahwa perbedaan durasi antar skenario memang berbeda secara statistik, bukan sekadar variasi acak. Model evaluasi terpadu ini diharapkan dapat menjadi acuan pengambilan keputusan penjadwalan overhaul berbasis risiko pada pembangkit sejenis.