Lily Putri Marito
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Malahayati Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Application of Zinc Cream as an Adjunct Therapy to Enhance Wound Healing in Diabetic Foot Ulcers Lily Putri Marito; Rafika Nur Siregar; Rostini Rostini
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v9i1.7727

Abstract

Diabetic foot ulcer is one of the most serious complications in individuals with diabetes mellitus, resulting from peripheral neuropathy, impaired vascularization, and chronic infection, which collectively delay the wound healing process. Proper wound management is essential to prevent severe outcomes such as amputation. Methods: This study employed a case study design to provide an in-depth clinical description of wound healing progression in patients with stage 4 diabetic foot ulcers. Purposive sampling was used to select three patients treated at Asri Wound Care Center Medan. Zinc cream was applied as an adjunct therapy for six weeks, with treatment administered twice weekly. Wound healing was evaluated using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) and clinical observations. Results: All patients demonstrated observable improvements in BWAT scores, with reductions from 37 to 22, 40 to 26, and 39 to 24, respectively. Clinical observations indicated improved wound healing indicators, including increased granulation tissue, reduced exudate, and enhanced epithelialization. Conclusion: The application of zinc cream as an adjunct therapy may support the wound healing process in patients with stage 4 diabetic foot ulcers. However, due to the limited sample size and the absence of a control group, the findings should be interpreted cautiously, and further studies with larger samples and comparative designs are recommended.
Efektivitas Model Water-Sanitation-Hygiene Nursing Education (WASH-NE) Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Pencegahan Diare dan Penyakit Kulit Pada Keluarga Pascabanjir di Kecamatan Batang Kuis Lily Putri Marito; Rafika Nur Siregar; Muhshanah Muhshanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62347

Abstract

Banjir yang berulang di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, meningkatkan risiko diare dan penyakit kulit akibat kontaminasi sumber air dan buruknya sanitasi pascabanjir. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan keluarga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Model Water-Sanitation-Hygiene Nursing Education (WASH-NE) terhadap pengetahuan dan keterampilan pencegahan diare dan penyakit kulit pada keluarga pascabanjir. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 71 kepala keluarga yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dari empat desa terdampak banjir. Intervensi WASH-NE diberikan melalui ceramah, demonstrasi, dan simulasi selama empat pertemuan dalam satu bulan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan dari 52,86 pada pretest menjadi 81,43 pada posttest, dengan proporsi kategori baik meningkat dari 12,7% menjadi 74,6%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (Z = −7,298; p < 0,001; r = 0,61; large effect). Model WASH-NE terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mencegah diare dan penyakit kulit pascabanjir serta berpotensi diintegrasikan ke dalam program edukasi kesehatan pada penanggulangan bencana banjir.