Nurhakim Yudhi Wibowo
Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Univeritas Bhamada Slawi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh edukasi audiovisual motion graphic terhadap pengetahuan diet diabetes melitus pada lansia Eka Diana Permatasari; Arif Rakhman; Rachma Amaliyah; Nurhakim Yudhi Wibowo; Yessy Pramita Widodo
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3s3j7314

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan lansia mengenai prinsip diet diabetes melitus menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya pengelolaan diabetes dan meningkatkan risiko komplikasi. Media edukasi audiovisual motion graphic yang menarik relevan diterapkan dalam setting komunitas untuk mempermudah pemahaman dan mengatasi keterbatasan literasi kesehatan lansia. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh edukasi melalui audiovisual motion graphic terhadap peningkatan pengetahuan lansia mengenai diet diabetes melitus.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest desain. Sampel penelitian adalah lansia penderita diabetes melitus sebanyak 50 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan diet diabetes melitus dan media edukasi berbentuk audiovisual motion graphic.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji Wilcoxon Signed Ranks Test nilai sig. (2-tailed) adalah 0.000 < 0.05 yang artinya terdapat pengaruh edukasi dengan media audiovisual motion graphic terhadap pengetahuan diet diabetes melitus pada lansia.Kesimpulan: Edukasi berbasis audiovisual motion graphic terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia mengenai diet diabetes melitus. Rekomendasi bagi tenaga kesehatan disarankan memanfaatkan media audiovisual motion graphic sebagai alternatif dalam penyuluhan, khususnya pada lansia, serta mengintegrasikannya ke dalam program edukasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi.