Mimi Andayani Nasution
Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan dalam Upaya Pencegahan Stunting bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan: Identification of Training Needs for Medical and Health Personnel in Stunting Prevention Efforts Bibi Ahmad Chahyanto; Mimi Andayani Nasution
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.503

Abstract

Pendahuluan: Upaya pencegahan dan penanganan masalah stunting berjalan optimal apabila didukung oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berkompeten dan dibekali pengetahuan mutakhir melalui kegiatan pelatihan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran judul/topik pelatihan terkait pencegahan dan penanganan stunting bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode: Studi deskriptif ini menggunakan sebagian data Survei Kebutuhan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan Puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2023. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria studi dan diolah dalam studi ini sebanyak 903 orang responden. Hasil: Studi ini membuktikan bahwa 5 judul/topik prioritas pelatihan terkait pencegahan dan penanganan stunting yang dibutuhkan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan di puskesmas adalah pelatihan yang berkaitan dengan intervensi spesifik yaitu skrining Bayi Baru Lahir (22,91%), penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal (11,01%), konseling pemberian makan bayi dan anak (7,34%), asuhan ibu hamil standar terpadu (7,09%), dan edukasi gizi pada 1000 HPK dengan metode Emo-Demo (6,58%). Kesimpulan: Tenaga medis dan tenaga kesehatan membutuhkan pelatihan untuk menunjang upaya pencegahan dan penanganan stunting di puskesmas, sehingga disarankan agar program pelatihan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal.