Luthpia Adha
Universitas Malikussaleh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSTRAKSI ALUMINIUM (Al) DARI LIMBAH KEMASAN MAKANAN RINGAN (SNACK) DENGAN METODE RENDAMAN MENGGUNAKAN PELARUT ASAM OKSALAT (C2H2O4) Luthpia Adha; Lukman Hakim; Agam Muarif; Novi Sylvia; Nasrul ZA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.22893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi aluminium dari limbah kemasan makanan ringan menggunakan pelarut ramah lingkungan berupa asam oksalat (C2H₂O4) dengan metode rendaman. Penelitian ini dilakukan dengan memfokuskan variasi suhu dan waktu ekstraksi aluminium dari limbah kemasan makanan ringan yang tidak dilakukan untuk menghasilkan gas hidrogen. Variasi ini memungkinkan pengujian yang lebih luas dalam menentukan uji kadar aluminium, dan uji yield aluminium. Produksi gas hidrogen dikonfirmasi melalui pengujian flow rate dengan bubble flow meter, uji pembakaran yang menunjukkan letupan khas dari hidrogen, serta uji deteksi menggunakan alat detektor gas BH-90A. Proses ekstraksi dilakukan pada variasi suhu (60°C, 70°C, 80°C, dan 90°C) serta waktu perendaman (30, 40, 50, dan 60 menit) guna mengetahui pengaruhnya terhadap perolehan aluminium. Kondisi optimal diperoleh pada suhu 60°C dengan waktu perendaman selama 30 menit, menghasilkan yield aluminium sebesar 48,56%. Kadar aluminium yang diperoleh dari ekstraksi dianalisis menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) dan menunjukkan kandungan aluminium sebesar 16,16%. Aluminium hasil ekstraksi kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan gas hidrogen dengan metode alkalin logam menggunakan larutan KOH 4 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kemasan makanan ringan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber aluminium alternatif dalam produksi gas hidrogen, yang ramah lingkungan dan mendukung pengembangan energi terbarukan.