The issue addressed in this community service activity is the relatively low level of understanding of basic accounting among students at SMA Kartika XIX-1 Bandung. This condition was reflected in the pre-test results, which showed that out of 35 students, only 3 students (8.57%) achieved scores within the range of 81–100, while 15 students (42.86%) obtained scores within the range of 41–60. This activity aimed to improve students’ understanding of basic accounting and enhance their readiness to understand financial practices from an early stage. The method employed was basic accounting training covering topics such as the definition of accounting, the benefits of accounting, the accounting cycle process, types of financial statements, and accounting policies that should be applied in preparing financial reports. Based on the post-test results, the number of students achieving scores within the range of 81–100 increased from 3 students (8.57%) to 10 students (28.57%), while the number of students scoring within the range of 41–60 decreased from 15 students (42.86%) to 5 students (14.29%). In addition, the students expressed satisfaction with the implementation of this community service activity as they gained new knowledge and experiences that had not previously been obtained during their studies at SMA Kartika XIX-1 Bandung. They also expected similar activities to continue to be implemented in schools so that senior high school students can be better prepared to face future challenges and global financial regulations. Keywords : accounting cycle, basic accounting, financial statements Abstrak Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah terkait dengan masih rendahnya tingkat pemahaman siswa siswi SMA Kartika XIX-1 Kota Bandung terhadap akuntansi dasar. Hal ini terlihat dari hasil pre-test yang menunjukkan bahwa dari 35 orang, yang mendapatkan range nilai 81–100 hanya sebanyak 3 orang (8,57%), sedangkan yang mendapatkan range nilai 41–60 mencapai 15 orang (42,86%). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa siswi terhadap akuntansi dasar serta menumbuhkan kesiapan mereka dalam memahami praktik keuangan sejak dini. Metode yang digunakan adalah dengan cara memberikan pelatihan akuntansi dasar, seperti definisi akuntansi, manfaat akuntansi, proses siklus akuntansi, jenis laporan keuangan, serta kebijakan akuntansi yang harus diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan hasil post-test menunjukkan bahwa dari 35 orang, yang mendapatkan range nilai 81–100 meningkat dari 3 orang (8,57%) menjadi 10 orang (28,57%), sedangkan yang mendapatkan range nilai 41–60 menurun dari 15 orang (42,86%) menjadi 5 orang (14,29%). Selain itu, siswa siswi juga merasa puas dengan pelaksanaan pengabdian ini karena mereka bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang belum pernah mereka peroleh selama bersekolah di SMA Kartika XIX-1 Kota Bandung. Harapan mereka kedepannya adalah agar pelaksanaan pengabdian ini dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah sehingga siswa siswi SMA dapat lebih siap menghadapi tantangan dan regulasi keuangan global di masa depan. Kata Kunci : siklus akuntansi, akuntansi dasar, laporan keuangan