Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK MELALUI KEGIATAN POSYANDU DI DESA TUMBANG BARINGEI Beny Saputra; Edo Hendrawan; Kalvin Kalvin; Tobi Aloren Susilo; Ilen Ilen; Laurantika Laurantika; Olda Mustika; Meluh Meluh; Mardona Mardona; Ni Komang Niasin; Dea Christi Natali; Muthia Farida
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2881

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that remains a serious concern in Indonesia. Tumbang Baringei Village is one of the villages that has a community health post (Posyandu) as a form of public health service. Based on the data obtained, in January 2026, there were approximately 9 short toddlers and 5 very short toddlers identified as being at risk of stunting out of a total of 70 toddlers. In February, there were approximately 7 short toddlers and no very short toddlers in Tumbang Baringei Village. The method used in this activity was a descriptive method with an educational approach through counseling activities for mothers of toddlers carried out at Posyandu activities in Tumbang Baringei Village. The results of the activity showed that the community, especially mothers of toddlers, showed good enthusiasm in participating in educational activities. Through this activity, participants gained a better understanding of the definition of stunting, its causes, impacts, and how to prevent it. With educational activities through Posyandu, it is hoped that community knowledge about stunting prevention can increase so that it can support optimal child growth and development. ABSTRAKStunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Desa Tumbang Baringei merupakan salah satu desa yang memiliki kegiatan posyandu sebagai bentuk pelayanan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat pada bulan Januari tahun 2026 terdapat sekitar 9 anak balita pendek dan 5 anak balita sangat pendek yang teridentifikasi mengalami risiko stunting dari total 70 orang anak balita dan bulan Februari terdapat sekitar 7 anak balita pendek dan tidak terdapat anak balita sangat pendek yang ada di Desa Tumbang Baringei. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan edukatif melalui kegiatan penyuluhan kepada ibu balita yang dilaksanakan pada kegiatan posyandu di Desa Tumbang Baringei. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya ibu balita, menunjukkan antusiasme yang baik dalam mengikuti kegiatan edukasi. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, dampak, serta cara pencegahannya. Dengan adanya kegiatan edukasi melalui posyandu, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting dapat meningkat sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.