Theresia Laurens
Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desain Kebijakan Pendidikan Kepulauan Berbasis Keadilan Geografis di Maluku: Analisis Alternatif, Instrumen, dan Dampak Regulasi terhadap Pemerataan Mutu Pendidikan Johan Pattiasina; Tanwey Gerson Ratumanan; Theresia Laurens
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp212–234

Abstract

Provinsi Maluku sebagai salah satu wilayah kepulauan terbesar di Indonesia menghadapi berbagai tantangan pendidikan akibat karakteristik geografis yang menyebabkan ketimpangan akses, distribusi guru yang tidak merata, keterbatasan infrastruktur, rendahnya konektivitas digital, serta tingginya biaya penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pendidikan di Provinsi Maluku dan merumuskan Model Kebijakan Pendidikan Kepulauan Berbasis Keadilan Geografis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review (SLR) dan analisis kebijakan pendidikan. Dari 386 dokumen yang teridentifikasi, sebanyak 52 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis bersama berbagai dokumen kebijakan nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi geografis belum terintegrasi secara optimal dalam perencanaan dan implementasi kebijakan pendidikan. Penelitian ini menghasilkan model kebijakan yang terdiri atas lima komponen utama, yaitu pembiayaan berbasis indeks kesulitan geografis, distribusi guru berbasis gugus pulau, transformasi digital pendidikan, penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal dan ekonomi maritim, serta tata kelola kolaboratif. Model tersebut merupakan kontribusi konseptual dalam pengembangan administrasi pendidikan dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih adil, adaptif, dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.