Gani Nur Pramudyo
Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Marketing Library Information Products and User Engagement through TikTok at the Central Java Provincial Archives and Library Service Lutfiah Nisa Maulida; Gani Nur Pramudyo
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 17 No. 1 (2026): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v17i1.82699

Abstract

Latar belakang: Produk informasi perpustakaan perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar dimanfaatkan secara optimal. Perpustakaan dapat melakukan pemasaran produk informasi melalui berbagai media digital, salah satunya media sosial TikTok, untuk membangun kehadiran perpustakaan di dunia digital dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Namun, pemanfaatan TikTok sebagai media pemasaran produk informasi perpustakaan masih belum banyak dikaji. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial TikTok sebagai pemasaran produk informasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah @perpusprovjateng. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dengan periode pengambilan data dari bulan Mei-Juni 2025. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah telah memanfaatkan TikTok sebagai pemasaran produk informasi secara gratis dengan mengunggah konten-konten tentang perpustakaan dan produk informasinya seperti layanan, koleksi, kegiatan perpustakaan, dan lain-lain. Konten yang diunggah di TikTok berupa video pendek yang diiringi musik latar belakang dan teks di dalam video untuk informasi lebih lanjut. Caption juga dipakai sebagai tambahan informasi dari setiap konten yang diunggah. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah juga memanfaatkan fitur TikTok seperti menautkan link di bio dan direct message untuk interaksi langsung antara pengguna TikTok dan pustakawan secara real time. Dengan adanya konten yang diunggah oleh perpustakaan, pengguna TikTok menjadi tahu dan tertarik untuk memanfaatkan produk informasi perpustakaan sesuai target pasarnya. Kesimpulan: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah telah memanfaatkan TikTok sebagai media pemasaran produk informasi dengan menerapkan bauran pemasaran 4P, yaitu product, price, place, dan promotion. Namun, bauran pemasaran yang diterapkan masih memiliki kelemahan karena dominasi konten promosi sebagai fokus utama serta belum optimalnya penguatan unsur price. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran produk informasi melalui TikTok di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah lebih banyak ditopang oleh unsur promotion, product, dan place dibandingkan unsur price.   Background: Library information products need to be introduced to the public to ensure their optimal utilization. Libraries can market their information products through various digital media, including TikTok, to establish a digital presence and reach wider audiences. However, the use of TikTok as a medium for marketing library information products has received limited scholarly attention. Purpose: The purpose of this study is to describe the utilization of TikTok social media as a marketing tool for information products at the Central Java Provincial Archives and Library Service @perpusprovjateng.  Methods: This research adopted a qualitative case study approach. Data collection was conducted from May to June 2025 through non-participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. The collected data were analyzed using thematic analysis. Results: The results of the study show that the Central Java Provincial Archives and Library Office has utilized TikTok as a free medium to market its information products by uploading content about the library and its information products, such as services, collections, library activities, and others. The content uploaded on TikTok consists of short videos accompanied by background music and on-screen text for additional information. Captions are also used to provide further details about each uploaded post. The Central Java Provincial Archives and Library Office also takes advantage of TikTok features such as linking in the bio and direct messaging, which allows users to interact directly between TikTok users and librarians in real time. Through the content uploaded by the library, TikTok users become aware of and interested in utilizing the library's information products relevant to its target market. Conclusion: Based on the research findings, the Central Java Provincial Archives and Library Service has utilized TikTok as a medium for marketing information products by implementing the 4P marketing mix, namely product, price, place, and promotion. However, the marketing mix applied still exhibits certain limitations, particularly due to the predominance of promotional content as the primary marketing focus and the insufficient optimization of the price element. These findings indicate that the success of information product marketing through TikTok at the Central Java Provincial Archives and Library Service is supported more by the promotion, product, and place elements than by the price element.