Karakteristik anak downsyndrom sangat berbeda dengan anak pada umumnya. Hal utamanya pada motorik, kognitif, afektif, dan kecenderungan belajar visual-auditori. Media belajar yang terbatas menjadi kendala bagi guru, dan orang tua di SLB Negeri Cinta Asih, khususnya pada jenjang SMP. Media belajar yang dibutuhkan adalah medi belajar yang menarik perhatian, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran konvensional sering kali belum mampu memberikan pengalaman belajar yang interaktif, terstruktur, dan adaptif. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran digital berbasis website interaktif yang dirancang khusus bagi siswa dengan sindrom Down. Metode yang digunakan adalah User-Centered Design (UCD), dengan tahapan meliputi analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi, perancangan prototipe bersama guru, terapis, dan orang tua, uji coba terbatas kepada siswa, revisi berdasarkan umpan balik, serta pelatihan penggunaan website bagi guru dan orang tua. Website yang dikembangkan memuat materi sederhana dan tematik yang disesuaikan dengan kurikulum SLB, serta dilengkapi fitur navigasi sederhana, ikon besar, tampilan ramah warna, gambar, audio, animasi, latihan interaktif, dan umpan balik langsung. Temuan awal menunjukkan bahwa kebutuhan utama pengguna mencakup kemudahan akses, tampilan visual yang jelas, instruksi yang sederhana, serta aktivitas belajar yang menyenangkan dan berulang. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya dukungan terhadap proses pembelajaran siswa dengan sindrom Down, baik di sekolah maupun di rumah, melalui media yang lebih inklusif, adaptif, dan mudah digunakan. Program ini juga berpotensi menjadi model pengembangan media pembelajaran digital yang dapat direplikasi di SLB lain di Indonesia.