Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PERAN MEDIATOR DALAM MENEKAN ANGKA GUGAT CERAI: ANALISIS YURIDIS EMPIRIS DI PENGADILAN AGAMA JOMBANG M. Riziq Akbar Al Hafidz; Ahmad Faozan
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i4.11024

Abstract

The high rate of divorce lawsuits (gugat cerai) at the Jombang Religious Court from 2022 to 2025 emphasizes the need for optimal dispute resolution. Although mediation is mandated by PERMA No. 1 of 2016 as a peaceful instrument, its overall success rate remains relatively low due to complex socio-economic issues. This empirical juridical study aims to analyze the effectiveness of mediators and the supporting and inhibiting factors influencing the process based on Soerjono Soekanto's legal effectiveness theory. Data were gathered through observation, in-depth interviews with judicial and non-judicial mediators, and documentary analysis, subsequently evaluated using descriptive qualitative methods. The findings indicate that while the formal implementation of mediation aligns with legal procedures, its effectiveness in curbing the divorce rate is constrained by the parties' lack of good faith, economic pressures, domestic violence, and the mediators' limited time due to heavy case backlogs. However, the application of humanistic communication strategies—such as triggering past romantic memories, optimizing the psychological layout of the mediation room, and executing caucuses—significantly contributed to a spike in successful mediations in 2025. Structurally, increasing the number of certified non-judicial mediators is essential to balance the heavy caseload and preserve family institution stability. This research implies that perjudicial mediation requires a psychological approach rather than just administrative fulfillment.
The Nikah Siri Dan Problematika Sosial Masyarakat: Kajian Hukum Islam Di Desa Sumber Bahagia Didik Darmaji; Ahmad Faozan
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.977

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena nikah siri dan problematika sosial masyarakat dalam perspektif hukum Islam di Desa Sumber Bahagia, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Praktik nikah siri masih banyak dilakukan oleh masyarakat dengan alasan untuk menghindari perzinaan, menjaga kehormatan keluarga, serta karena faktor ekonomi dan administrasi perkawinan. Meskipun dianggap sah menurut syariat Islam karena telah memenuhi rukun dan syarat nikah, praktik tersebut tidak memiliki kekuatan hukum negara karena tidak dicatatkan secara resmi pada Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tokoh masyarakat terhadap praktik nikah siri serta menganalisis dampak sosial dan hukumnya dalam kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sumber Bahagia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian tokoh masyarakat memandang nikah siri sebagai solusi untuk mencegah perzinaan dan menjaga martabat keluarga. Namun demikian, praktik tersebut juga menimbulkan berbagai problematika sosial, seperti lemahnya perlindungan hukum bagi istri dan anak, kesulitan administrasi kependudukan, serta potensi konflik dalam rumah tangga. Dalam perspektif hukum Islam, nikah siri dinilai sah secara agama, tetapi pencatatan perkawinan tetap penting demi terciptanya kemaslahatan dan perlindungan hak keluarga.