Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH FIKSASI TAWAS PADA EKSTRAK DAUN MANGGA TERHADAP TINGKAT KETAHANAN WARNA PADA KAIN MORI: PENGARUH FIKSASI TAWAS PADA EKSTRAK DAUN MANGGA TERHADAP TINGKAT KETAHANAN WARNA PADA KAIN MORI Muhammad Zainul Khairi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.33291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tawas sebagai bahan fiksator terhadap tingkat ketahanan warna pada kain mori yang diwarnai menggunakan ekstrak daun mangga (Mangifera indica). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pelestarian teknik pewarnaan alami yang digunakan dalam pembuatan kain tenun Pringgasela serta kebutuhan akan alternatif pewarna yang ramah lingkungan sebagai pengganti pewarna sintetis yang dapat mencemari lingkungan. Dalam penelitian ini, kain mori digunakan sebagai bahan uji karena memiliki karakteristik serat kapas yang serupa dengan kain tenun Pringgasela, sehingga dapat merepresentasikan perilaku penyerapan warna alami pada kain tenun berbahan kapas. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi konsentrasi tawas, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi tawas berpengaruh terhadap intensitas dan ketahanan warna yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi tawas, warna yang dihasilkan semakin pekat dan stabil. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah ion aluminium (Al³⁺) yang memperkuat ikatan antara molekul zat warna alami dan serat kain. Dengan demikian, tawas terbukti efektif sebagai bahan fiksator dalam meningkatkan ketahanan warna pada pewarnaan alami berbasis ekstrak daun mangga, yang berpotensi diterapkan pada proses pewarnaan kain tenun Pringgasela.