Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL: PENGARUH PENGGUNAAN SUPERDISINTEGRAN SINTETIK TERHADAP WAKTU HANCUR DAN PEMBASAHAN PADA FORMULASI ORALLY DISINTEGRATING TABLETS Niken Cahyaning Wulandari; Dewi Rahmawati
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 3, No 1 (2026): Eksplorasi Strategi Terapeutik: Dari Potensi Bahan Alam hingga Evaluasi Pengguna
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v3i1.23843

Abstract

Orally Disintegrating Tablets (ODT) merupakan tablet yang dapat hancur dalam mulut dengan waktu kurang dari 60 detik dan tidak membutuhkan air dalam mengonsumsinya. ODT diformulasikan untuk membantu pasien yang terkendala dalam menelan tablet konvensional maupun kapsul, seperti pada pasien pediatri dan geriatri. Salah satu komponen yang mempengaruhi waktu hancur dan waktu pembasahan ODT yaitu superdisintegran. Pada umunya superdisintegran sintetik yang digunakan dalam pembuatan ODT yaitu crospovidone, croscarmellose sodium, dan sodium starch glycolate. Tujuan review artikel ini yaitu menganalisis perbandingan penggunaan jenis dan jumlah superdisintegran crospovidone, croscamellose sodium, dan sodium starch glycolate terhadap waktu hancur dan waktu pembasahan ODT. Metode yang digunakan yaitu studi pustaka (literature review) dalam sepuluh tahun terakhir (2016–2026) menggunakan beberapa kata kunci sehingga diperoleh 24 artikel. Dari artikel tersebut dilakukan screening sehingga diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil kajian literatur dapat diketahui bahwa jenis dan jumlah superdisintegran yang digunakan dalam pembuatan ODT akan mempengaruhi waktu hancur dan waktu pembasahan tablet. Salah satu superdisintegran yang baik dalam pembuatan ODT yaitu crospovidone karena memiliki waktu hancur dan waktu pembasahan yang lebih cepat. Penggunaan crosspovidone dalam kombinasi dengan superdisintegran lain menunjukkan hasil terbaik apabila berada dalam jumlah yang besar dari superdisintegran lain seperti sodium starch glycolate dan croscarmellose sodium. Maka dari itu, pemilihan jenis dan jumlah superdisintegran yang tepat sangat penting dalam formulasi ODT untuk menghasilkan sediaan yang bermutu dan berkualitas.
Evaluasi Sediaan Steril Salep Mata Ramadhan Ilham Aqsal Mollah; Nafrila Raheny Sulistyowati; Alfaricha Qurotul A'yun; Niken Cahyaning Wulandari; Erna Ratnasari; Shelsabila Dhea Liffany; Elisyah Alya Azarina; Dewi Rahmawati; Angela Ximenes Madalena Moreira
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salep mata merupakan sediaan steril yang banyak digunakan dalam terapi mata karena kemampuannya memberikan waktu kontak obat yang lebih lama pada permukaan mata. Keunggulan ini menjadikan salep mata efektif untuk pengobatan infeksi, peradangan, alergi, dan perawatan pasca operasi. Namun, penggunaannya juga menghadirkan tantangan terkait sterilitas, stabilitas, kenyamanan pengguna, dan risiko kontaminasi mikrobiologis, terutama pada sediaan multi-dosis. Artikel ulasan ini bertujuan untuk meneliti studi terkait evaluasi salep mata steril, dengan fokus pada aspek farmasi, klinis, dan mikrobiologis. Metode ulasan naratif diterapkan dengan menganalisis artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa evaluasi salep mata umumnya mencakup penilaian efektivitas terapeutik, keamanan klinis, karakteristik fisik, stabilitas, dan risiko kontaminasi. Evaluasi yang komprehensif dan terintegrasi sangat penting untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas salep mata steril dalam praktik klinis.