Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan dalam pembelajaran fisika karena membantu peserta didik memahami konsep, menganalisis hubungan antar variabel, serta menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip ilmiah. Namun, pembelajaran fisika pada materi listrik statis dan listrik dinamis masih sering berorientasi pada penyampaian konsep dan penyelesaian matematis sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami hubungan konseptual secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi listrik statis dan listrik dinamis di MAN 2 Kota Tidore Kepulauan. Penelitian menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XII IPA. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah perlakuan, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari nilai pretest sebesar 47,83 menjadi 81,27 pada posttest. Hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Peningkatan juga terlihat pada indikator kemampuan berpikir kritis, meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model Discovery Learning memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi listrik statis dan listrik dinamis. Oleh karena itu, model Discovery Learning dapat dijadikan alternatif pembelajaran fisika untuk meningkatkan kualitas pemahaman konseptual peserta didik.