AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis signifikansi pemanfaatan media sosial oleh para da’i serta perannya sebagai agen transformasi sosial dalam merespons isu sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lingkungan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 64 da’i yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan media sosial di kalangan da’i rata-rata 3–4 akun dan durasi penggunaan sekitar 2,14 jam per hari. Media sosial dimanfaatkan terutama untuk memperoleh informasi dan pembelajaran yang memperkaya materi dakwah. Konten dakwah bergeser ke format audiovisual, terutama video, dengan isu ekonomi sebagai tema dominan. Dalam komunikasi lingkungan, peran da’i relatif seimbang melalui dakwah bil lisan dan bil hal. Secara keseluruhan, media sosial meningkatkan produktivitas dakwah dan memperkuat peran da’i dalam transformasi sosial Kata kunci: Media sosial, da’i, transformasi sosial, dakwah digital, komunikasi lingkungan AbstractThis study aims to analyze the significance of social media utilization by da’i and their role as agents of social transformation in responding to various social, economic, political, cultural, and environmental issues in Pekanbaru City. This study employs a quantitative approach involving 64 da’i as samples, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics.The findings indicate that da’i own an average of 3–4 social media accounts, with a daily usage duration of approximately 2.14 hours. Social media is primarily used to obtain information and learning resources that enrich da’wah materials. Furthermore, da’wah content has shifted toward audiovisual formats, particularly videos, with economic issues emerging as the most dominant theme. In the context of environmental communication, the role of da’i is relatively balanced between da’wah bil lisan and da’wah bil hal. Overall, social media contributes to increasing da’wah productivity while strengthening the role of da’i as agents of social transformation within society. Keywords: Social media, da’i, social transformation, digital da’wah, environmental communication