Efisiensi pencahayaan memiliki peran penting dalam meningkatkan manajemen energi dan keberlanjutan pada kapal maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan efisiensi energi, luminous efficacy, serta stabilitas kinerja sistem pencahayaan light-emitting diode (LED) dan fluoresen (FL) pada kapal latih maritim Sultan Hasanuddin yang dioperasikan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif eksperimental, dilakukan pengujian lampu, audit pencahayaan di kapal, dan analisis berbasis simulasi yang dilakukan pada kondisi operasional nyata dari bulan Juni hingga Desember 2024. Hasil menunjukkan bahwa lampu LED mencapai rata-rata luminous efficacy sebesar 202,4 lm/W, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 39,1 lm/W pada lampu FL. Peralihan ke sistem LED menurunkan total konsumsi daya pencahayaan akomodasi dari 4.860 watt menjadi 1.482 watt, disertai peningkatan total keluaran cahaya sebesar 29,7%. Selama periode enam bulan, proyeksi konsumsi energi menurun sekitar 80,7%, yang menunjukkan potensi besar untuk penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi. Selain itu, lampu LED menunjukkan stabilitas kinerja yang lebih unggul dalam kondisi pengujian terkendali, dengan mempertahankan tingkat pencahayaan yang konsisten tanpa degradasi yang berarti, sedangkan lampu FL mengalami penurunan kecerahan secara bertahap dan sering memerlukan perawatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pencahayaan LED pada kapal latih maritim memberikan manfaat signifikan dalam hal efisiensi energi, keandalan operasional, dan keberlanjutan. Namun, mengingat kinerja LED sebagian didasarkan pada simulasi, validasi jangka panjang di kapal secara langsung tetap direkomendasikan. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi institusi maritim yang ingin memodernisasi sistem pencahayaan kapal dan berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk mencapai tujuan efisiensi energi di sektor maritim.