Nidaul Islam
Parepare State Islamic Institute, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hudud Theory of Muhammad Syahrūr and its Implementation in the Qur'an Verses Nidaul Islam
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 1 (2026): Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v8i1.3273

Abstract

The current formulation of the hudud theory is caused by the helplessness of the Muslim community, marked by dependence on religious leaders in resolving legal issues. The stagnation in the development of Islamic jurisprudence today is rooted in the passive attitude of society that overly reveres past religious authority without critical thinking. To overcome this deadlock, Muhammad Shahrūr introduced the paradigm of the 'Theory of Limits' (hudud) so that Islamic law has the flexibility to continually adapt to the demands of different times and places (li kulli zaman wa makan). Abstrak Rumusan teori ḥudūd yang ada saat ini disebabkan oleh ketidakberdayaan ummat yang ditandai dengan ketergantungan pada para pemuka agama mereka dalam menyelesaikan masalah hukum. Mandeknya perkembangan yurisprudensi Islam di masa kini berakar pada sikap pasif masyarakat yang terlalu mendewakan pendapat otoritas keagamaan masa lampau tanpa sikap kritis. Kondisi ini membuat syariat seolah kehilangan relevansinya terhadap dinamika zaman yang terus berubah. Guna mengatasi kebuntuan tersebut, Muhammad Syahrur memperkenalkan paradigma "Teori Batas" (hudud) agar hukum Islam memiliki fleksibilitas untuk terus beradaptasi dengan tuntutan ruang dan waktu yang berbeda (li kulli zaman wa makan).