Wahyu Dwi Mulyono
Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS QR-CODE DENGAN GUIDED INQUIRY PADA MATERI ILMU UKUR TANAH KELAS X DPIB SMKN DANDER Ignatius Dimas Cahya Krista; Wahyu Dwi Mulyono
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.12556

Abstract

The limited availability of digital instructional materials capable of promoting active student engagement posed a significant challenge in the teaching of land surveying at the vocational secondary school (SMK) level. This condition highlighted the need to develop an innovative learning medium that not only delivered content in an engaging manner but also supported students’ scientific thinking process. This study focused on the development of an Electronic Student Worksheet (E-LKPD) integrated with QR Code technology and a Guided Inquiry learning model, aimed at determining its feasibility level, student responses, and its effect on the learning outcomes of Grade X DPIB students at SMKN Dander Bojonegoro in the land surveying subject. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D development model, which consisted of four stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. Data were gathered through expert feasibility assessment questionnaires and student response questionnaires, while learning outcomes were measured using a pretest-posttest instrument. All collected data were analyzed quantitatively. The findings revealed that the E-LKPD received a media feasibility rating of 90% (very feasible) and a content feasibility rating of 84% in the equivalent category. Student learning outcomes showed a significant improvement classified as high, as indicated by a gain score of 0.75. Student responses toward the use of this medium fell into the very good category, with an average score of 87%. Based on the overall findings, it was concluded that the QR Code-based E-LKPD incorporating the Guided Inquiry model was proven to be feasible, effective, and capable of supporting the learning process in the fundamentals of building modeling and information design, particularly in the land surveying topic. ABSTRAK Keterbatasan bahan ajar digital yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa menjadi tantangan nyata dalam pembelajaran materi ilmu ukur tanah di tingkat SMK. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan media pembelajaran inovatif yang tidak hanya menyajikan konten secara menarik, tetapi juga memfasilitasi proses berpikir ilmiah siswa. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbasis QR Code yang dipadukan dengan model pembelajaran Guided Inquiry, guna mengetahui tingkat kelayakannya, respons siswa, serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa kelas X DPIB SMKN Dander Bojonegoro pada materi ilmu ukur tanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang mencakup empat tahapan, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui angket penilaian kelayakan oleh para ahli serta pengisian angket respon siswa, sementara pengukuran hasil belajar menggunakan instrumen tes pretest-posttest. Seluruh data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kelayakan media E-LKPD dari sisi aspek media mencapai rata-rata 90% dengan predikat sangat layak, sedangkan dari sisi materi diperoleh rata-rata 84% dengan kategori yang setara. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan signifikan yang masuk dalam kategori tinggi, ditandai dengan perolehan gain score sebesar 0,75. Adapun respon siswa terhadap penggunaan media ini berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 87%. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis QR Code dengan model Guided Inquiry terbukti layak, efektif, dan mampu mendukung proses pembelajaran mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, khususnya pada Materi Ilmu Ukur Tanah.
PENGARUH INTENSITAS PEMBELAJARAN DAN FASILITAS WORKSHOP CAD TERHADAP HASIL BELAJAR AUTODESK REVIT SISWA XI DPIB SMKN Islamia Nur Putri Wahyuni; Wahyu Dwi Mulyono
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10763

Abstract

This research intends to evaluate how learning frequency and the adequacy of CAD Workshop infrastructure influence the academic performance of eleventh-grade DPIB students at SMKN 7 Surabaya in utilizing Autodesk Revit-based Building Information Modelling (BIM). The investigation was prompted by underwhelming student achievements and the gap between industrial competency standards and vocational pedagogical practices. Adopting a quantitative approach with an ex post facto design, the study involved 57 participants selected via purposive sampling. Data acquisition was conducted through surveys for independent variables and academic records for learning outcomes. Multiple linear regression analysis indicates that learning intensity only accounts for 6% (R2=0,06) of the variance and lacks statistical significance. Conversely, the availability of CAD Workshop facilities contributes 25.3% (R2=0,253) and significantly impacts student success. Jointly, both predictors contribute 34% (R2=0,340), with the remaining 66% attributed to external factors. The results suggest that in technical, practice-heavy subjects like BIM, the quality of physical resources is more pivotal than instructional duration. Consequently, upgrading vocational training facilities is vital for fostering high-level student competencies. ABSTRAK Riset ini bermaksud untuk mengevaluasi dampak frekuensi proses pengajaran serta kelengkapan sarana Workshop CAD terhadap capaian akademis siswa kelas XI DPIB SMKN 7 Surabaya dalam mengoperasikan Building Information Modelling (BIM) Autodesk Revit. Studi ini diinisiasi oleh fenomena belum maksimalnya prestasi belajar siswa serta adanya diskrepansi antara standar kompetensi di dunia kerja dengan realitas edukasi di sekolah vokasi. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan model ex post facto, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pengumpulan data mencakup kuesioner untuk variabel intensitas belajar dan fasilitas bengkel CAD, serta rekam medik nilai sebagai representasi hasil belajar. Melalui analisis regresi linear berganda, ditemukan bahwa intensitas pengajaran hanya menyumbang 6% (R2=0,06) dan tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik. Sebaliknya, variabel fasilitas Workshop CAD memberikan andil sebesar 25,3% (R2=0,253) dengan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi siswa. Secara kolektif, kedua faktor tersebut berkontribusi sebesar 34% (R2=0,340), sementara 66% sisanya ditentukan oleh faktor eksternal lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa dalam instruksi berbasis keahlian praktis seperti BIM, keberadaan sarana pendukung jauh lebih krusial daripada durasi pembelajaran. Dengan demikian, modernisasi fasilitas praktik harus menjadi fokus utama guna menjamin kecakapan lulusan pendidikan kejuruan.