Kartika Fajriani
Universitas Nahdlatul Ulama, Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai ke-Aisyiyahan dalam Kurikulum Merdeka pada TK‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Samarinda Linda Anggraini; Lina Revilla Malik; Kartika Fajriani
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pengintegrasian nilai-nilai ke-Aisyiyahan, yang mencakup nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Ke-Aisyiyahan (AIK), diimplementasikan dalam kurikulum Merdeka di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Samarinda. Mengintegrasikan nilai-nilai ke-Aisyiyahan dianggap penting untuk menjaga identitas lembaga sekaligus memanfaatkan kebebasan yang ada dalam Kurikulum Merdeka untuk membentuk karakter religius dan moral anak-anak usia dini secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta menganalisis berbagai dokumen seperti KOSP, perangkat pembelajaran, dan catatan kegiatan. Analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai ke-Aisyiyahan berlangsung secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks melalui beberapa kegiatan seperti penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), pembelajaran tematik dan berbasis proyek (termasuk P5), kebiasaan rutin seperti berdoa, menghafal Asmaul Husna, menyanyikan lagu islami, bermain permainan edukatif, serta contoh kebaikan dari para guru. Nilai AIK terpadu dalam setiap aktivitas bermain dan kehidupan sehari-hari anak, sehingga memperkuat Profil Pelajar Pancasila dengan pemahaman agama Islam yang dalam. Meskipun begitu, masih ada beberapa kendala seperti perbedaan tingkat kompetensi guru, kurangnya pelatihan, dan terbatasnya alat evaluasi yang terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan penting bagi lembaga pendidikan berbasis agama untuk meningkatkan pembelajaran dengan mempertahankan ciri khasnya. Temuan ini memiliki dampak nyata sebagai acuan bagi TK Aisyiyah lainnya serta memberikan sumbangan dalam teori untuk mengembangkan integrasi nilai agama dalam pendidikan anak usia dini.