Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Biopsikososiospiritual dalam Penanganan Anak Korban Broken Home: Integrasi Intervensi Psikologis dan Islami Dinda Aulia; Nurhadi; Khairunnas Rajab
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2825

Abstract

Fenomena broken home telah menjadi permasalahan psikososial yang semakin serius di Indonesia, sebagaimana tercermin dari tingginya angka perceraian yang mencapai 394.608 kasus pada tahun 2024. Kondisi keluarga disfungsional memberikan dampak destruktif terhadap perkembangan psikologis anak, meliputi gangguan regulasi emosi, hambatan sosial, penurunan harga diri, serta peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan penelitian mengenai intervensi psikologis dan intervensi Islami yang dapat digunakan dalam mendukung pemulihan psikologis serta penguatan resiliensi anak korban broken home. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan sumber data berupa artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data elektronik, meliputi Google Scholar, Scopus, PubMed, dan ScienceDirect, yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan psikologis konvensional seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Solution Focused Brief Therapy (SFBT), konseling kelompok, dan intervensi berbasis resiliensi terbukti efektif dalam menangani distres emosional dan rekonstruksi kognitif pada anak. Sementara itu, intervensi Islami yang mencakup terapi dzikir, internalisasi nilai sabar dan tawakal, bimbingan keagamaan, serta dukungan komunitas masjid terbukti berkontribusi signifikan terhadap pemulihan psikologis melalui mekanisme spiritual coping dan penguatan jaringan sosial berbasis komunitas religius. Sintesis keduanya dalam paradigma biopsikososiospiritual dipandang sebagai model yang paling holistik dan kontekstual untuk anak korban broken home dalam komunitas Muslim.
Tazkiyatun Nafs dan Tantangan Digital: Integrasi Psikologi Islam dalam Menjaga Kesehatan Mental Dinda Aulia; Nurhillal Bestari; Yuliana Intan Lestari
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2126

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental, ditandai dengan meningkatnya kecemasan, kelelahan emosional, gangguan regulasi diri, dan krisis makna hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan mental yang bersifat teknis-psikologis semata belum sepenuhnya memadai untuk menjawab kompleksitas tantangan psikologis era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep tazkiyatun nafs dalam kerangka Psikologi Islam serta relevansinya dalam menjaga kesehatan mental di tengah dominasi teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang membahas psikologi Islam, kesehatan mental, spiritualitas, serta dinamika psikologis di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs merupakan proses penyucian dan pengembangan jiwa yang berfungsi sebagai mekanisme regulasi diri spiritual, mencakup pengendalian emosi, pengelolaan dorongan nafsu, dan pencapaian ketenangan jiwa (ithmi’nan al-nafs). Dalam konteks digital, tazkiyatun nafs berperan sebagai faktor protektif yang memoderasi dampak negatif paparan teknologi terhadap kesehatan mental. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi tazkiyatun nafs dalam pendekatan kesehatan mental menawarkan kerangka preventif dan transformatif yang relevan untuk menghadapi tantangan psikologis era digital.
The Phenomenon of Student Violence Against Teachers in Indonesia: An Epistemological Perspective Dinda Aulia; Rahma Fithri
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18052409

Abstract

The increasing incidence of student violence against teachers in recent years indicates a serious problem in educational relationships in Indonesia. This study aims to analyze student violence toward teachers from a epistemology perspective. This research employed a literature review method by systematically examining national and international scholarly journals, academic books, and official institutional reports relevant to the research topic. Data were analyzed using thematic and critical analysis to identify conceptual patterns, epistemic mechanisms, and research gaps in studies on school violence. The findings reveal that student violence toward teachers is not solely influenced by psychosocial and disciplinary factors, but also by the weakening of students’ epistemic trust in teachers, the relativization of epistemic authority due to digital media exposure, and the emergence of epistemic misalignment and epistemic injustice within pedagogical relationships. The shift in the knowledge ecology in the digital era has made students more selective and conditional in accepting teacher authority, causing disciplinary actions to be perceived as illegitimate. These findings highlight the importance of an epistemological approach in understanding and preventing school violence through strengthening epistemic trust, digital literacy, and dialogical disciplinary models.