Miftahul Munir
Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 melalui Implementasi Diet 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal) Miftahul Munir; Umu Qonitun
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i2.3771

Abstract

Kepatuhan terhadap diet merupakan komponen penting dalam mengelola Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM). Namun, banyak pasien yang kesulitan untuk mengikuti pola makan yang direkomendasikan, yang menyebabkan komplikasi dan kontrol glikemik yang buruk. Untuk meningkatkan kepatuhan diet pada pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 melalui pelatihan penerapan diet 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal) di Indonesia. Penelitian ini adalah eksperimen dengan metode pendekatan One Group Pre-Test – Post-Test Design. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji wilcoxcon digunakan untuk analisis. Hasil penelitian yang dilakukan setelah analisis dengan uji wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = <0,05 menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap diet meningkat dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05. Adanya pengaruh yang signifikan terhadap pelatihan penerapan diet 3J pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Tuban yang melibatkan metode praktik langsung, serta didukung oleh motivasi, antusiasme, dan pemahaman pasien yang meningkat. Metode praktik langsung efektif meningkatkan kepatuhan diet 3J.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 6-24 Bulan Faig Yahrotus Sa'diyah; Miftahul Munir; Nur Maziyah Hurin'in; Nur Cholila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v18i2.2131

Abstract

Abstrak Perkembangan motorik kasar merupakan indikator penting dalam tumbuh kembang anak. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan ini adalah pemberian ASI eksklusif. Di Indonesia, prevalensi gangguan perkembangan motorik kasar pada balita masih cukup tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar anak usia 6–24 bulan. Salah satu faktor penting yang memengaruhi perkembangan motorik adalah nutrisi, khususnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. ASI mengandung nutrien penting seperti DHA, AA, dan protein yang mendukung perkembangan sistem saraf dan otot. Berdasarkan data awal di wilayah UOBF Puskesmas Tuban, ditemukan bahwa 1,81% anak usia 6–24 bulan mengalami keterlambatan motorik kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar anak usia 6–24 bulan. Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 137 anak usia 6–24 bulan yang dipilih menggunakan Teknik probability simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi perkembangan motorik kasar berdasarkan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Variabel independen adalah Pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel dependen adalah perkembangan motorik kasar anak. Analisis data dilakukan dengan uji Koefisien Kontingen menggunakan software SPSS untuk melihat signifikansi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang menerima ASI eksklusif mengalami perkembangan motorik kasar yang sesuai usia. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar dengan nilai p=0,000<0,05 yang berarti H1 diterima yaitu ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan motorik kasar anak usia 6-24 bulan di UOBF Puskesmas Tuban. Dari uraian diatas dapat disimpulkan Pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam mendukung perkembangan sistem saraf pusat, termasuk fungsi motorik kasar.