Perkembangan era disrupsi digital menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu menyesuaikan karakteristik peserta didik sebagai generasi digital. Dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah sering kali kurang mampu menarik minat belajar siswa dan mengoptimalkan pembentukan perilaku positif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode Transmedia Storytelling dalam pembelajaran SKI untuk membangun perilaku positif siswa di era disrupsi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di MA Ma’arif NU 1 Cilongok. Subjek penelitian terdiri atas guru SKI, wakil kepala bidang kurikulum, dan siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Transmedia Storytelling dilakukan melalui tahapan perencanaan cerita inti (core narrative), penentuan media dan platform pembelajaran, produksi konten oleh peserta didik, distribusi cerita lintas media, refleksi dan internalisasi nilai, serta evaluasi pembelajaran. Penerapan metode ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan mendorong terbentuknya perilaku positif seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, empati, dan motivasi belajar. Selain itu, pemanfaatan berbagai media digital menjadikan pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan karakteristik peserta didik di era disrupsi digital. Dengan demikian, Transmedia Storytelling dapat menjadi alternatif metode pembelajaran inovatif yang mendukung pembelajaran SKI sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik.