Indi Ulyatun Ni’mah
Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POPULARITAS BAHASA NGAPAK BANYUMASAN DI KALANGAN KONTEN KREATOR PADA AKUN INSTAGRAN @ARABNGAPAK Indi Ulyatun Ni’mah; Rizka Hidayaturrahmah
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.670

Abstract

Penelitian Ini Membahas Popularitas Bahasa Ngapak Banyumasan Di Kalangan Konten Kreator Pada Akun Instagram Instagram @Arabngapak. Bahasa Ngapak Merupakan Salah Satu Dialek Khas Masyarakat Banyumasan Yang Memiliki Ciri Pengucapan Tegas, Lugas, Dan Berbeda Dari Dialek Jawa Lainnya. Perkembangan Media Sosial, Khususnya Instagram, Mendorong Munculnya Berbagai Konten Kreator Yang Memanfaatkan Bahasa Daerah Sebagai Identitas Dan Daya Tarik Dalam Pembuatan Konten Digital. Akun @Arabngapak Menjadi Salah Satu Contoh Konten Kreator Yang Konsisten Menggunakan Bahasa Ngapak Banyumasan Dalam Menyampaikan Humor, Cerita, Dan Interaksi Dengan Audiens. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Bagaimana Penggunaan Bahasa Ngapak Banyumasan Dapat Meningkatkan Daya Tarik Konten Serta Membangun Identitas Budaya Di Media Sosial. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Metode Deskriptif Kualitatif Dengan Pendekatan Analisis Isi Terhadap Konten-Konten Pada Akun Instagram @Arabngapak. Data Diperoleh Melalui Observasi Terhadap Video, Penggunaan Bahasa, Gaya Komunikasi, Serta Respons Audiens Pada Konten Yang Diunggah. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Penggunaan Bahasa Ngapak Banyumasan Pada Akun @Arabngapak Mampu Menarik Perhatian Audiens Karena Memiliki Unsur Humor, Keunikan Dialek, Dan Kedekatan Budaya Dengan Masyarakat Banyumasan. Selain Sebagai Media Hiburan, Penggunaan Bahasa Ngapak Dalam Konten Digital Juga Berperan Dalam Melestarikan Budaya Lokal Di Tengah Perkembangan Media Sosial Modern. Dengan Demikian, Bahasa Daerah Tidak Hanya Menjadi Alat Komunikasi, Tetapi Juga Menjadi Identitas Budaya Yang Dapat Dipopulerkan Melalui Kreativitas Konten Kreator Di Media Sosial.