Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan proyek konstruksi, termasuk pembangunan perumahan di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi pada pekerjaan konstruksi perumahan selama pandemi Covid-19, menilai tingkat risiko yang ditimbulkan, serta menentukan strategi pengendalian risiko yang tepat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 10 responden yang terlibat dalam proyek. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, serta penilaian risiko menggunakan metode Probability Impact Matrix (AS/NZS 4360). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi perumahan pada masa pandemi, meliputi faktor bahan, tenaga kerja, peralatan, keuangan, lingkungan, PPKM, karakteristik lokasi, dan pengawasan pekerjaan. Risiko dengan nilai tertinggi adalah kenaikan harga bahan baku dan material, penurunan situasi perekonomian akibat pandemi, bertambahnya anggaran proyek, pengaruh hujan terhadap aktivitas konstruksi, keterlambatan pengiriman bahan akibat PPKM, serta ketidakpatuhan pekerja terhadap prosedur kesehatan. Hasil pemeringkatan risiko diperoleh: 2 risiko kategori rendah, 29 risiko kategori sedang, 4 risiko kategori tinggi, dan 6 risiko kategori sangat tinggi. Strategi pengendalian meliputi pengawasan penerapan protokol kesehatan, penyediaan masker di lapangan, serta pemesanan material lebih awal untuk mengurangi risiko keterlambatan bahan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaksana konstruksi dalam mengelola risiko pekerjaan perumahan selama masa pandemi.