PT Akasa Raya Teknik merupakan perusahaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) skala kecil yang bergerak pada konstruksi dan fabrikasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Observasi April–Mei 2026 mencatat 12 kecelakaan kerja di workshop fabrikasi, meliputi tersandung, cedera mata, luka sayat, luka bakar ringan, dan gangguan pernapasan akibat asap. Walaupun Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) telah banyak digunakan, integrasi keduanya pada perusahaan EPC skala kecil di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan merumuskan rekomendasi pengendalian pada aktivitas fabrikasi dan pengelasan menggunakan integrasi JSA–HIRARC berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan simultan kedua metode dalam konteks EPC skala kecil. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan total sampling terhadap empat pekerja aktif, yaitu satu HSE Coordinator, satu welder, dan dua helper. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan penilaian risiko ditentukan melalui konsensus responden atas parameter likelihood dan severity. Hasil penelitian mengidentifikasi 17 potensi bahaya pada proses awal, produksi/pengelasan, dan finishing. Terdapat sembilan bahaya berisiko tinggi (RR=8–9) dan delapan bahaya berisiko sedang (RR=4–6). Aktivitas pengelasan memiliki risiko tertinggi karena percikan api, asap las, dan cahaya las. Rekomendasi pengendalian disusun berdasarkan Hierarchy of Controls, mencakup substitusi bahan kimia, engineering controls, pengendalian administratif, dan alat pelindung diri. Integrasi JSA–HIRARC menghasilkan analisis risiko lebih komprehensif serta peta bahaya sebagai dasar pengembangan SMK3. Temuan ini juga relevan bagi perusahaan fabrikasi sejenis yang menghadapi keterbatasan sumber daya keselamatan operasional harian nyata.