Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Metode Full costing Untuk Menghitung Harga Pokok Produksi Tenun Songket Rumahan Di Desa Jinengdalem Kadek Subudi; Ni Wayan Yulianita Dewi; Putu Eka Dianita Marvilianti Dewi
Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Keuangan Bisnis Digital Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/kddskm81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode full costing dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) kain tenun songket pada usaha rumahan di Desa Jinengdalem, serta mengevaluasi kesesuaian harga jual aktual terhadap biaya produksi yang sebenarnya. Masalah utama yang diangkat adalah praktik penetapan harga jual oleh pengrajin yang masih bersifat estimatif, mengikuti harga pasar atau tawaran pengepul tanpa adanya pencatatan biaya yang sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan model studi kasus pada tiga pengrajin tenun di Desa Jinengdalem. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung seluruh komponen biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya Overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variabel (metode full costing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP menurut metode full costing menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan sederhana yang dilakukan oleh pengrajin. Hal ini disebabkan oleh masuknya biaya implisit berupa tenaga kerja pemilik dan biaya penyusutan alat tenun (cag-cag) yang selama ini diabaikan oleh pengrajin. Perbandingan menunjukkan bahwa dua pengrajin mengalami kerugian ekonomi masing-masing sebesar Rp100.541 dan Rp235.167 per kain karena harga jual yang ditetapkan di bawah HPP full costing. Sementara itu, satu pengrajin lainnya hanya memperoleh laba ekonomi yang sangat tipis sebesar Rp7.208 per kain. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengrajin mulai melakukan pencatatan biaya secara terperinci untuk menghindari ilusi keuntungan dan menjamin keberlanjutan usaha jangka panjang.