Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Minat Belanja Offline dan Online Di Kalangan Masyarakat Umum Caesa Anggia Nissa Koto; Kartika Kurnia Hakiki; Lussi Aulia Mailani; Anisa Purnamasari; Fransiska Edowai; Muhamad Alfian Supandi; Ali A Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/m33nm436

Abstract

Perubahan cara belanja dari toko fisik ke platform digital sudah terjadi di mana-mana. Meskipun belanja online dikenal praktis, alasan mendalam mengapa masyarakat masih memilih antara online atau offline perlu diteliti lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan masyarakat terhadap kedua cara belanja tersebut dan menemukan faktor apa saja yang paling sering membuat orang berbelanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat umum. Data dianalisis dengan statistik deskriptif (stacked bar chart) dan korelasi heatmap. Pengujian regresi linear berganda (Y = 0.654 + 0.245X₁ + 0.298X₃ + 0.194X₄) dilakukan untuk memprediksi frekuensi belanja berdasarkan harga, promo, dan kemudahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belanja online lebih tinggi (rerata 3,43) dibanding offline (2,75).  Sebanyak 65% responden memilih harga online dan 62% menyukai promo. Promo online menjadi prediktor terkuat (r = 0,48); koefisien 0,298). Sebaliknya, kanal offline unggul mutlak dalam kepercayaan (trust) sebesar 72%. Demografi menunjukkan perempuan lebih aktif berbelanja online. Keamanan online yang masih dinilai netral (48%) menjadi alasan bertahannya toko fisik. Masyarakat cenderung menggunakan belanja online dan offline secara bersamaan untuk saling melengkapi. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi adanya pergeseran perilaku belanja masyarakat ke arah digital, namun belanja offline tetap relevan karena memberikan nilai tambah berupa keamanan dan pengalaman langsung.
Pemersatu Bangsa dalam Keberagaman: Bahasa Indonesia Caesa Anggia Nissa Koto; Fairuz Husna Lana; irna Rosdiana
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20242

Abstract

Indonesia  yang dikenal sebagai salah satu negara kepulauan dengan banyaknya keberagaman budaya dan memiliki lebih dari 700 bahasa daerah. Pada sumpah pemuda tahun 1928 bahasa indonesia secara resmi menjadi simbol persatuan bagi bangsa Indonesia. Namun, hal ini belum diketahui secara mendalam tentang bagaimana Bahasa Indonesia mampu menjadi jembatan bagi perbedaan budaya dan memperkuat identitas nasional, maka dari itu perlu dikaji lebih lanjut dan secara menyeluruh. Dengan metode studi pustaka penelitian ini dikaji secara mendalam tentang bagaimana bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu di tengah keberagaman budaya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Yang mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai aspek kehidupan. sampai-sampai hal ini mulai mencuri perhatian dunia.