Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Audit Tenure Dan Financial Distress Terhadap Audit Delay Dengan Kompleksitas Operasi Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023) Alifta Wulan Kusuma
MUARA EKONOMI : Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi, Manajemen & Bisnis Vol. 2 No. 3 (2026): JULI : Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi, Manajemen & Bisnis
Publisher : CV Muara Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muanomi.v2i3.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit tenure dan financial distress terhadap audit delay dengan kompleksitas operasi perusahaan sebagai variabel moderasi. Audit delay menjadi perhatian penting karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat menurunkan kepercayaan investor, mengurangi relevansi informasi, serta menimbulkan sanksi dari regulator. Faktor audit tenure, financial distress, dan kompleksitas operasi diduga memengaruhi lamanya penyelesaian audit. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga diperoleh 49 perusahaan selama lima tahun pengamatan atau 245 observasi. Variabel independen adalah audit tenure dan financial distress, variabel dependen adalah audit delay, dan kompleksitas operasi perusahaan digunakan sebagai variabel moderasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure dan financial distress berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Kompleksitas operasi terbukti memoderasi pengaruh audit tenure terhadap audit delay, tetapi tidak memoderasi hubungan financial distress dengan audit delay. Kesimpulannya, faktor internal perusahaan berperan penting terhadap ketepatan waktu publikasi laporan keuangan. Saran penelitian ini adalah perusahaan perlu mengelola hubungan audit dengan baik, menjaga stabilitas keuangan, dan memperkuat sistem informasi akuntansi untuk meminimalkan audit delay.