Annisatul Nikmah
Demografi dan Pencatatan Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Kecenderungan Faktor Demografi dan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Stroke pada Lansia di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Analisis Korespondensi: Patterns of Demographic Factors and Risk Factors for Stroke Incidence in the Elderly in Central Java Province Using Correspondence Analysis Annisatul Nikmah; Mitha Safira Nurmaulid
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1062

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian pada lansia di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Jawa Tengah memiliki prevalensi stroke tertinggi sebesar 8,4%. Tingkat prevalensi yang tinggi menunjukkan perlunya analisis lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap insidensi stroke pada lansia. Data yang digunakan adalah data sekunder dari SKI 2023, yang mencakup informasi tentang karakteristik demografis (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan) dan faktor risiko stroke (hipertensi, merokok, aktivitas fisik, pola makan asin, pola makan kolesterol). Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah analisis korespondensi untuk menggambarkan kecenderungan faktor-faktor tersebut terhadap insidensi stroke pada lansia. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa faktor risiko dan faktor demografi memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stroke pada lansia. Berdasarkan faktor risiko hipertensi menjadi faktor yang paling dominan terhadap kejadian stroke pada lansia khususnya lansia Perempuan. Hal ini karena lansia perempuan cenderung memiliki frekuensi konsumsi asin dan makanan kolesterol lebih tinggi. Selain itu dari faktor demografi lansia dengan tingkat pendidikan yang rendah seperti tidak tamat SD dan tinggal di perdesaan cenderung mengalami stroke.