Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik dengan menyediakan makanan bergizi secara cuma‑cuma. Selain bermanfaat bagi kesehatan dan proses belajar, pelaksanaan MBG diduga memengaruhi aktivitas ekonomi kantin sekolah atau pesantren karena kebutuhan peserta didik untuk membeli makanan utama menjadi berkurang. Kondisi ini berpotensi menurunkan pendapatan kantin dan memaksa pengelola menerapkan strategi adaptasi agar usaha tetap berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perubahan perilaku belanja santri setelah penerapan MBG, (2) menganalisis dampaknya terhadap perekonomian kantin Pondok Pesantren Nurul Jadid, (3) mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan pengelola kantin menghadapi perubahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dan dilaksanakan di kantin Pondok Pesantren Nurul Jadid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi‑struktur, dan dokumentasi terhadap pengelola kantin, santri, serta pihak terkait yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran tentang perubahan perilaku konsumsi santri, dampak ekonomi MBG terhadap kelangsungan usaha kantin, serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan pengelola. Selain itu, temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak pesantren dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang meningkatkan kualitas gizi peserta didik tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha mikro di lingkungan pendidikan.