Puti Sabrina Feoniti
Universitas Alifah Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Teknik Pursed Lips Breathing Terhadap Perubahan Frekuensi Nafas Pada Pasien PPOK Di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat Puti Sabrina Feoniti; Rebbi Permata Sari; Hidayatul Rahmi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1284

Abstract

Kejadian pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang mengalami peningkatan frekuensi napas merupakan fenomena yang sering ditemukan. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan sesak napas adalah dengan latihan pernapasan Pursed Lips Breathing (PLB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik Pursed Lips Breathing terhadap perubahan frekuensi nafas pada pasien PPOK di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi adalah semua pasien yang menderita penyakit PPOK yang berjumlah 138 orang di Rumah Sakit Paru Sumatera Barat pada tahun 2025, dengan sampel sebanyak 14 orang yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 05 Mei-28 Mei 2025 melalui observasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata frekuensi nafas pasien sebelum diberikan teknik Pursed Lips Breathing adalah 27,50x/menit dan menurun menjadi 22,85x/menit setelah diberikan teknik Pursed Lips Breathing. Uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian teknik pursed lips breathing terhadap perubahan frekuensi nafas pada pasien PPOK. Disarankan agar pihak rumah sakit menjadikan penelitian ini sebagai bahan masukan dalam proses peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan dijadikan sebagai intervensi/therapy Non-Farmakologi dalam menangani pasien PPOK.