Pendahuluan : Hiperkolesterolemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko jatuh akibat gangguan keseimbangan, penurunan mobilitas, serta penurunan fungsi vaskular. Risiko jatuh pada lansia dapat menyebabkan cedera, kecacatan, penurunan kualitas hidup, bahkan kematian. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko jatuh adalah latihan jalan tandem yang berfokus pada peningkatan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan risiko jatuh akibat hiperkolesterolemia melalui latihan jalan tandem. Metode : Studi kasus deskriptif dilakukan pada Tn A (62 tahun) dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi pada 26 November – 12 Desember 2025. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian gerontik, termasuk Time Up and go (TUG) Test. Hasil : Hasil pengkajian menunjukkan kadar kolesterol Tn.A sebesar 210 mg/dL dengan keluhan nyeri, pegal, dan kesemutan pada ekstremitas. Penilaian risiko jatuh menggunakan TUGT menunjukkan waktu tempuh 25 detik yang mengindikasikan risiko jatuh sedang. Setelah diberikan intervensi berupa manajemen keselamatan lingkungan dan latihan jalan tandem selama 7 hari, hasil evaluasi menunjukkan penurunan waktu TUGT menjadi 19 detik. Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan dan mobilitas yang berdampak pada penurunan risiko jatuh. Kesimpulan : Penerapan latihan jalan tandem dan manajemen keselamatan lingkungan efektif dalam mengatasi masalah risiko jatuh pada lansia dengan hiperkolesterolemia. Perawat diharapkan dapat mengidentifikasi risiko jatuh sejak dini dan mengombinasikan latihan ini dengan intervensi lainnya.