Aryanto Firnadi
Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bullying dalam Film Cry Me a Sad River Ditinjau dari Suttapiṭaka Alfina Mudita Rahmasari; Santacitto Sentot; Aryanto Firnadi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1411

Abstract

Perundungan merupakan persoalan sosial yang semakin serius di kalangan remaja, terutama dalam lingkungan sekolah dan ruang digital. Penelitian ini mengkaji representasi perundungan dalam film Cry Me a Sad River dan menafsirkannya melalui nilai-nilai etika Buddhis dalam Suttapiṭaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis konten kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan berulang terhadap adegan, dialog, dan elemen visual film, serta didukung oleh teks Buddhis primer dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Yì Yáo mengalami enam bentuk perundungan, yaitu cyberbullying, perundungan verbal, perundungan sosial atau relasional, perundungan nonverbal, perundungan fisik langsung, dan perundungan fisik tidak langsung. Keenam bentuk tersebut bekerja secara kolektif dan membentuk lingkungan sosial yang menekan martabat, rasa aman, dan harapan korban. Analisis juga menunjukkan bahwa sammāvācā, sammākammanta, mettā, karuṇā, dan paññā menjadi dasar moral dalam pencegahan perundungan. Perundungan berakar pada lobha, dosa, dan moha yang mencerminkan keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin. Oleh karena itu, pencegahan perundungan memerlukan transformasi batin, bukan sekadar aturan atau hukuman. Perspektif ini penting bagi pendidikan karakter yang lebih empatik, reflektif, dan transformatif di sekolah serta masyarakat masa kini.