Widya Astuti Muhlis
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI MAPPATABE’ DALAM PEMBELAJARAN IPS: PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Widya Astuti Muhlis; Fawziah Zahrawati B; Fuad Guntara; Jumaisa Jumaisa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11798

Abstract

The degradation of student character due to globalization has become a serious challenge in the world of education, characterized by a decline in respect and politeness both in the family and school environment. The mappatabe' tradition as the local wisdom of the Bugis people containing the values ​​of sipakatau, sipakalebbi and sipakainge has relevance in the formation of student character. This study aims to examine the values ​​of the mappatabe' tradition internalized in social studies learning, the role of teachers and instilling them in the formation of student character at UPT SMP Negeri 2 Pinrang. This study uses a qualitative approach with a phenomenological research type. Data were collected through in-depth interviews with social studies teachers and students, observation and documentation. The validity of the data was tested by triangulation of techniques and triangulation of sources, then analyzed using the Miles & Huberman model which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study show that internalization is carried out through a contextual learning approach, habituation and role modeling. The role of teachers in shaping student character includes the role as educators, facilitators, motivators and role models. The implication of this internalization is the formation of polite, socially aware and disciplined characters. ABSTRAK Degradasi karakter siswa akibat arus globalisasi menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, yang ditandai dengan menurunnya sikap hormat dan sopan santun baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Tradisi mappatabe’ sebagai kearifan lokal masyarakat suku bugis yang mengandung nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge memiliki relevansi dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai tradisi mappatabe' diinternalisasikan dalam pembelajaran IPS, peran guru serta implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa di UPT SMP Negeri 2 Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru IPS dan siswa, observasi serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, pembiasaan dan keteladanan. Peran guru dalam membentuk karakter siswa mencakup peran sebagai edukator, fasilitator, motivator dan teladan. Implikasi dari internalisasi ini terbentuknya karakter sopan santun, peduli sosial dan displin siswa.