Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan gender dalam perguruan tinggi Islam yang meliputi tantangan, implementasi, serta strategi dalam mewujudkan kesetaraan akademik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perguruan tinggi Islam sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pendidikan gender menjadi isu penting karena masih ditemukan berbagai bentuk ketimpangan, seperti bias gender dalam lingkungan akademik, budaya patriarki, serta belum optimalnya pemahaman mengenai kesetaraan gender di perguruan tinggi Islam. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema pendidikan gender dalam perguruan tinggi islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, klasifikasi data, analisis isi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan gender di perguruan tinggi Islam memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tentang keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Implementasinya dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang responsif gender, kebijakan kampus yang inklusif, serta pemberian ruang partisipasi yang setara bagi mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam kegiatan akademik maupun organisasi. Adapun tantangan yang masih dihadapi meliputi kuatnya budaya patriarki, stereotip gender, minimnya representasi perempuan dalam posisi kepemimpinan, serta terbatasnya pemahaman civitas akademika mengenai pendidikan gender dalam perspektif Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan gender di perguruan tinggi Islam merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesetaraan akademik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan melalui penguatan kebijakan institusi, pengembangan kurikulum yang berperspektif gender, serta peningkatan kesadaran seluruh civitas akademika agar tercipta lingkungan pendidikan yang adil, inklusif, dan setara.