Rifki Hidayat
Universitas Darussalam Gontor Siman, Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jejak Peradaban Islam dalam Dunia Farmasi: Sejarah Perkembangan Ilmu Farmasi serta Kontribusi Para Pendahulu Muhammad Syamsul Munir; Rifki Hidayat; Raja Ubaidillah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.464

Abstract

Farmasi merupakan ilmu yang mempelajari peracikan, standarisasi, distribusi, dan penggunaan obat secara aman, yang telah berkembang sejak peradaban kuno seperti Mesir, Persia, Cina, Yunani, dan Romawi. Namun, kontribusi peradaban Islam dalam sejarah farmasi sering kali kurang dikenal. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran umat Islam dalam pengembangan ilmu farmasi, khususnya pada masa kejayaan Daulah Abbasiyah. Melalui pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak hanya menerjemahkan karya-karya terdahulu—seperti Materia Medica Dioscorides menjadi al-Mawādd al-Tibbiyyah—tetapi juga melakukan inovasi orisinal. Farmasi resmi menjadi disiplin ilmu tersendiri pada abad ke-8 M, melahirkan profesi apoteker independen, apotek pertama, sekolah farmasi, serta sistem pengawasan obat melalui Nizām al-Ḥisbah. Ilmuwan Muslim seperti Jabir bin Hayyan, Ar-Razi, Ibnu Sina, dan Ibnu al-Baitar mengembangkan metode peracikan, standarisasi, dan riset obat berbasis bahan nabati, hewani, dan mineral. Mereka juga menciptakan sediaan seperti rab, ghulaf, dan syarab yang diadopsi dunia Barat. Temuan ini membuktikan bahwa peradaban Islam memberikan fondasi sistematis, empiris, dan etis bagi perkembangan farmasi modern.