Meningkatnya tuntutan keberlanjutan lingkungan mendorong organisasi mengintegrasikan nilai ekologis ke dalam praktik manajemen sumber daya manusia dan kepemimpinan. Artikel ini mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis penelitian mengenai integrasi Green Human Resource Management (GHRM) dan Green Leadership dalam mendorong perilaku pro-lingkungan serta komitmen lingkungan karyawan. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review dengan protokol PRISMA dan SPAR-4-SLR. Literatur dikumpulkan dari Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Emerald Insight, SpringerLink, dan Google Scholar pada periode publikasi 2021-2026. Setelah tahap identifikasi, penghapusan duplikasi, screening judul-abstrak, penilaian kelayakan full-text, dan quality appraisal, 87 artikel dianalisis melalui sintesis tematik dan naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik GHRM, terutama green recruitment, green training and development, green performance appraisal, dan green reward system, memperkuat kesadaran, kompetensi, motivasi, dan kesempatan karyawan untuk terlibat dalam inisiatif keberlanjutan. Green Leadership melengkapi praktik tersebut melalui keteladanan, visi lingkungan, dukungan atasan, dan pemberdayaan. Sintesis juga menunjukkan bahwa green organizational culture, environmental awareness, green work engagement, psychological green climate, dan perceived organizational support sering berperan sebagai mekanisme mediasi atau moderasi. Kajian ini berkontribusi pada literatur sustainable human resource management dengan mengintegrasikan Social Exchange Theory, Social Learning Theory, dan Ability-Motivation-Opportunity Theory dalam kerangka integratif. Kajian ini juga mengidentifikasi gap konseptual, metodologis, kontekstual, teoretis, dan empiris, terutama perlunya studi longitudinal, multilevel, mixed-method, dan konteks negara berkembang.